Generasi Milenial Dorong Transformasi Digital Perusahaan

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 26 Sep 2018 15:56 WIB
lenovo
Generasi Milenial Dorong Transformasi Digital Perusahaan
Generasi milenial juga mendorong perusahaan melakukan transformasi di tempat kerja mereka.

Jakarta: Perkembangan teknologi yang turut didukung oleh dominasi generasi milenial mendorong sejumlah perusahaan melakukan transformasi pada kantor mereka. Berdasarkan survei Microsoft Asia Workspace 2020, saat ini perusahaan besar lebih mengedapankan kolaborasi.

Hal ini juga didorong oleh pergeseran perilaku generasi milenial, yang lebih memilih untuk bekerja secara mobile dengan waktu kerja yang lebih fleksibel. Survei tersebut menyebut bahwa sebanyak 85 persen pekerja di Indonesia mengadopsi metode kerja mobile dan 20 persen waktu kerja mereka habiskan di luar kantor.

"Karenanya, perusahaan juga harus bertransformasi dan memanfaatkan perangkat modern, guna mendukung ekonomi digital. Menurut riset yang Lenovo lakukan, 92 persen perusahan di wilayah Asia sudah melakukan transformasi tempat kerja, sehingga mereka juga harus menyiapkan alat perang untuk hadapi ekonomi digital," ujar Country General Manager Lenovo Indonesia Budi Janto.

Workstation dengan dimensi ringkas dinilai Lenovo menjadi perangkat yang sesuai untuk mendukung transformasi tempat kerja tersebut. Terutama untuk perusahaan yang bergerak di ranah terkait desain atau membutuhkan performa grafis tinggi.

Laptop pada umumnya dinilai Lenovo belum cukup mumpuni untuk penggiat industri tersebut, sebab tidak memiliki sertifikasi dari Independen Software Vendor serupa workstation. Sertifikasi ini ditujukan untuk menjamin kompatibilitas perangkat dengan berbagai software sembari menyuguhkan performa optimal.

Pada umumnya, workstation juga dibekali dengan GPU mandiri dan bukan grafis yang terintegrasi di CPU. Selain itu, workstation juga sudah menggunakan GPU khusus profesional. GPU tersebut memungkinkan pengguna untuk mengubah pengaturan parameter di menu Setting grafik, sehingga pengguna bisa menyesuaikannya sesuai kebutuhan.

Selain itu, Lenovo menganggap, keberadaan ECC dapat mendukung perangkat workstation untuk menangani aktivitas komputasi berat. Memori ECC memiliki kemampuan untuk mengoreksi error yang dialami oleh CPU atau memori, sehingga meminimalisir permasalahan yang disebut sebagai blue screen.

Sementara itu, dominasi milenial ini juga mengubah faktor yang memengaruhi keputusan pembelian atau pemilihan perangkat pendukung pekerjaan mereka. Lenovo menyebut kini konsumen lebih memilih perangkat yang lebih tipis tapi tetap bertenaga.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.