ASUS ZenFone Max Pro M1 Ternyata Dukung EIS, Hasilnya?

Lufthi Anggraeni, Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 29 Sep 2018 17:24 WIB
gadgetasus
ASUS ZenFone Max Pro M1 Ternyata Dukung EIS, Hasilnya?
ASUS ZenFone Max Pro M1.

Jakarta: Kamera telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari aktivitas yang dilakukan masyarakat pada smartphone mereka. Bahkan beberapa kalangan konsumen menjadikan kamera sebagai salah satu faktor penentu dalam mengambil keputusan ketika membeli smartphone.

Tren yang saat ini berkembang menempatkan keberadaan kamera depan semakin penting akibat kemunculan teknologi seperti video call ataupun aplikasi hiburan yang lebih memanfaatkan kamera depan. Hal ini tidak menyebabkan kehadiran kamera belakang kalah penting bagi konsumen.

Untuk wilayah Indonesia, pasar menengah menjadi segmen terbesar dan menggiurkan bagi produsen smartphone, sehingga berlomba menghadirkan perangkat segmen tersebut dengan kisaran harga di antara Rp3 juta hingga Rp4,5 juta.

Secara umum, ponsel dengan kisaran harga tersebut saat ini telah mengusung kamera belakang dengan resolusi sensor tergolong besar.

Selain itu, kamera belakang pada smartphone tersebut umumnya berbekal sejumlah teknologi pendukung, salah satunya adalah PDAF. PDAF atau Phase Detection Auto Focus bertugas untuk mendeteksi wajah sehingga fokus otomatis bergerak mengikuti objek.

Tidak banyak perangkat yang menghadirkan dukungan teknologi Electrical Image Stabilizer (EIS) pada kamera belakang. Kehadiran EIS menjadi salah satu teknologi penting bagi pengguna yang sering kali menggunakan kamera smartphone sebagai alat perekam video.

Sebagai informasi, EIS merupakan teknik peningkatan gambar menggunakan metode pemprosesan elektronik. EIS bertugas untuk meminimalisir blur dan mengompensasi getaran dari perangkat, terutama pada perekaman yang dilakukan sambil bergerak.

EIS memanfaatkan Charge Coupled Device (CCD) yang ada pada tiap kamera, kemudian memecah gambar ke dalam beberapa potongan kecil. Berikutnya EIS akan mendeteksi apakah ada gerakan atau getaran untuk selanjutnya diperbaiki oleh sistem.

Kehadiran teknologi EIS ini umumnya hadir sebagai fitur premium pada kamera smartphone dengan harga Rp5 juta ke atas. ASUS ZenFone Max Pro M1 6GB ternyata memiliki sistem EIS, memungkinkan pengguna menghasilkan video dengan tampilan lebih mulus.

Sistem ini tidak tersedia secara default pada ZenFone Max Pro M1. Penggunta perlu melakukan kustomisasi khusus. Untuk memunculkan fitur EIS pada kamera Max Pro M1. Begini cara mengaktifkannya:

1. Buka aplikasi kamera
2. Pilih Settings
3. Lihat pilihan Redeye Reductions. Ketuk sampai Anda dapat notifikasi yang menampilkan menu tambahan
4. Masuk ke dalam mode video
5. Pilih resolusi di bawah 4K. 1080p cukup memadai
6. Aktifkan pilihan Image Stabilization pada Settings

Mode EIS atau Image Stabilization bisa diaktifkan tidak hanya pada kamera belakang, tapi juga kamera depan ASUS ZenFone Max Pro M1.

Berdasarkan pengujian Medcom.id, efek EIS cukup terasa saat menggunakan kamera belakang. Di bawah ini kami tampilkan video rekaman pertama kamera belakang tanpa mengaktifkan EIS. 



Beralih ke video kedua rekaman kamera belakang diperlihatkan hasil rekaman dengan mengaktfikan EIS. Hasilnya getaran yang timbul dari langkah hampir tidak terlihat. Perlu dicatat bahwa proses perekaman video menggunakan satu tangan, tanpa bantuan bracket atau gimbal.



Kini Medcom.id menjajal menggunakan kamera depan tanpa mengaktifkan EIS. Hasil rekaman video pertama kamera depan jauh lebih jelas menampilkan getaran dari tiap langkah saat Medcom.id berjalan.



Anda bisa membandingkannya dengan video berikutnya di bawah ini yang memperlihatkan rekaman video menggunakan kamera depan ASUS ZenFone Max Pro M1 dengan mengaktifkan EIS. Getaran dari langkah kaki sangat tidak terlihat, video menjadi lebih stabil dan pergerakan atau ayunan yang dihasilkan jauh lebih halus.



EIS memungkinkan pengguna merekam video dengan hasil lebih mulus tanpa guncangan, meski tanpa alat bantu. ASUS ZenFone Max Pro M1 6GB ternyata punya kemampuan itu. Ini salah satu fitur yang cukup menarik karena tidak banyak ponsel harga kurang dari Rp3,5 juta yang menawarkannya.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

22 hours Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.