YouTube Ingin Bantu Pengguna Lebih Produktif

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 10 May 2018 10:48 WIB
youtube
YouTube Ingin Bantu Pengguna Lebih Produktif
YouTube menghadirkan fitur yang mencegah pengguna menghabiskan waktu terlalu lama di platform miliknya.

Jakarta: YouTube menjadi layanan berbasis video terpopuler saat ini. Penggunanya, baik via aplikasi mobile maupun situs menghabiskan banyak waktu untuk menikmati konten yang tersuguh di dalamnya.

Sebagai bagian dari program Digital Wellbeing baru Google, pengguna kini akan memiliki pilihan untuk menjadikan layanan YouTube mereka tidak mengganggu, dan mengingatkan jangka waktu penggunaan layanan yang mungkin terlalu lama.

Perubahan pertama ini hadir melalui cara YouTube menyampaikan notifikasi kepada pengguna yang berlangganan pada saluran tertentu dan mengklik ikon lonceng, atau pengguna yang secara tekun menonton konten dari satu saluran tertentu.

Pengguna mungkin menemukan bahwa YouTube akan mengirimkan notifikasi terkait unggahan baru dari saluran tersebut, dinilai mampu mengalihkan perhatian pengguna sebanyak beberapa kali dalam satu hari.

Untuk menangkal hal ini, pengguna kini memiliki pilihan untuk menjadikan notifikasi tersebut senyap selama waktu tertentu dalam satu hari.

Jika tidak cukup, pengguna juga memiliki opsi untuk menerima notifikasi secara berturut dalam waktu tertentu, dan dengan pilihan waktu dan rentang yang dapat diatur, sehingga pengguna tidak akan terganggu oleh notifikasi di setiap jamnya.

Selain itu, tersedia fitur baru yang disebut sebagai pengingat "Take a Break", bertugas mengingatkan pengguna untuk beristirahat setiap 15, 30, 60, 90 atau 180 menit sekali jika telah menggunakan YouTube secara intensif dan sedikit terlalu lama.

Notifikasi ini akan menghentikan video secara sementara waktu dan memberitahukan penggunaan yang terlalu lama tersebut. Namun pengguna juga memiliki pilihan untuk menghilangkan notifikasi ini dan melanjutkan menonton video, atau menuruti notifikasi dengan meletakkan ponsel dan kembali bekerja.

Fitur ini telah mulai digulirkan melalui update untuk aplikasi Android dan iOS, namun hingga saat ini belum tersedia informasi ketersediaannya untuk YouTube versi desktop.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.