Pendapatan HTC Turun Sampai 80%

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 06 Oct 2018 12:26 WIB
htc
Pendapatan HTC Turun Sampai 80%
HTC baru saja merilis laporan pendapatan tanpa proses edit untuk bulan September 2018.

Jakarta: HTC baru saja merilis laporan pendapatan tanpa proses edit untuk bulan September 2018.

Seperti yang diprediksi banyak pihak, perusahaan berbasis di Taiwan ini tidak menampilkan indikasi terkait dengan peningkatan pendapatan.

Pendapatan pada bulan September 2018 ini mencapai USD40,64 juta (615,8 miliar), mewakili tidak hanya penurunan sebesar 9,57 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya dengan pendapatan sebesar USD45,21 juta (Rp680,04 miliar), juga 80,71 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Persentase tersebut mengindikasikan penurunan pendapatan terbesar dalam sejarah HTC dan mewakili pendapatan terendah baru untuk perusahaan tersebut. Dengan mengobservasi tahun 2018 secara keseluruhan, pendapatan HTC saat ini bernilai USD634,18 juta (Rp9,6 triliun).

Jumlah ini lebih rendah sebesar 57 persen jika dibandingkan dengan pendapatan senilai USD1,5 miliar (Rp22,7 triliun) yang dilaporkan pada tahun lalu. Angka ini diterjemahkan sebagai kerugian mencapai USD1 miliar (Rp15,1 triliun) untuk tahun ini.

Pada awal musim panas lalu, HTC mengumumkan keputusannya merumahkan 1.500 pegawai dari unit produksi untuk mengurangi biaya produksi dan menyederhanakan manajemen unit smartphone dan VR. Kala itu, HTC mengklaim bahwa proses ini akan diselesaikan pada akhir bulan September.

Hal tersebut berarti bahwa dampak finansial positif diperkirakan akan mulai diperoleh HTC pada bulan Oktober ini. Sementara itu, Founder dan pemimpin HTC Wang Xuehong baru-baru ini menyatakan bahwa HTC akan lebih terfokus pada pasar teknologi Augmented Reality (AR) atau Virtual Reality (VR).


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.