Diblokir Telkom, Ini Komentar Netflix

Mohammad Mamduh    •    Sabtu, 10 Nov 2018 09:40 WIB
teknologitelkomnetflixcorporate
Diblokir Telkom, Ini Komentar Netflix
Co-founder & CEO Netflix Reed Hastings

Jakarta: Layanan streaming film Netflix diumumkan tersedia secara global pada tahun 2016.

Indonesia termasuk salah satu negara yang penduduknya bisa mengakases berbagai konten di dalamnya. Kehadiran Netflix disambut positif oleh banyak pihak, termasuk beberapa operator telekomunikasi. Tidak dengan Telkom.

Dalam gelaran See What’s Next Asia, Co-founder dan CEO Netflix Reed Hastings mengatakan bahwa mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Telkom.

“Mengenai Telkom, kami serahkan kepada mereka. Kami terus bekerja sama dengan operator-operator lainnya di Indonesia, contohnya XL Axiata, untuk terus bertumbuh agar pengguna di Indonesia bisa akses Netflix seperti negara lainnya,” kata Reed.

Pemblokiran Netflix oleh Telkom membuat layanan tersebut tidak bisa diakses lewat jaringan milik Telkom, yaitu Indihome dan Telkomsel. Sementara operator telekomunikasi dan penyedia layanan fix broadband lainnya melihat kehadiran Netflix sebagai peluang besar.

Layanan streaming semacam ini dinilai membuat konsumen lebih tertarik menggunakan layanan mereka. Telkom memblokir akses Netflix sejak tahun 2016.

"Kami ini Badan Usaha Milik Negara, harus menjadi contoh dan menegakkan kedaulatan Negara Republik Indonesia dalam berbisnis. Kita maunya kalau berbisnis itu harus mematuhi aturan Indonesia," kata Direktur Konsumer Telkom Dian Rachmawan dua tahun silam.

Bulan April tahun lalu, Telkom berencana membuka akses Netflix. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa pemblokiran ini hanya masalah bisnis.

Pada saat itu, Telkom menyebut telah dihubungi Netflix untuk menjajaki kerja sama. Mereka akan membuka akses untuk Netflix jika mencapai kesepakatan.

Dalam kesempatan terpisah, Telkom telah menjalin kerja sama dengan beberapa layanan sejenis yang sudah meluncur di Indonesia, seperti Hooq dan Catchplay. Keduanya menawarkan beragam film, yang juga fokus pada pengembangan konten lokal.

Saat ini, Netflix telah menjalin kerja sama dengan empat operator telekomunikasi: XL Axiata, Bolt, Tri, dan Smartfren, dalam menyediakan paket khusus Netflix.

Netflix juga melihat pengguna di Indonesia punya potensi yang cukup besar. Selain akan menghadirkan lebih banyak konten lokal tahun depan, mereka telah memasang fitur terjemahan teks Bahasa Indonesia.  


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.