Ribuan Warga Swedia Mulai Tanam Microchip di Tubuh

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 23 Oct 2018 17:47 WIB
teknologi
Ribuan Warga Swedia Mulai Tanam Microchip di Tubuh
Alat suntik dan microchip yang ditanamkan pada warga Swedia. (EPA)

Jakarta: Warga Swedia boleh dibilang menjadi yang paling masif dalam memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan sehari-hari.

Dikutip dari NPR, saat ini ada ribuan warga Swedia yang menanamkan microchip di lapisan kulit mereka.

Warga Swedia menanamkan microchip seukuran butiran beras yang dimasukkan ke lapisan kulit di bagian tangan, baik jemari atau lengan, menggunakan alat suntik yang biasa digunakan untuk vaksin dengan biaya USD180 atau Rp2,7 juta.

Microchip ini untuk memudahkan akses penggunanya ke perangkat atau sistem teknologi yang terkait kegiatan sehari-hari, misalnya mengakses kunci pintu elektronik kantor atau rumah, pemantau kesehatan, hingga alternatif pengganti pemindai sidik jari yang mudah dipalsukan.

Bahkan dalam laporan NPR warga Swedia yang sudah menanamkan microchip di tubuhnya juga digunakan sebagai otentifikasi diri pada akun media sosial maupun layanan digital di negaranya.

Salah satu perusahaan yang menyediakan layanan untuk menanamkan microchip tersebut bernama Biohax International yang disebut mendominasi pasar layanan tersebut di Swedia dengan jumlah pengguna layanannya yang sudah mencapai 4.000 orang.

Perusahaan tersebut didirikan lima tahun lalu dan awalnya bukan oleh seorang ahli teknologi melainkan seorang mantan body piercier profesional atau pemasang aksesoris tindik di tubuh bernama Jowan Osterlund.

"Mengunakan beragam token maupun kartu fisik membuat proses verifikasi identitas menjadi repot. Dengan microchip, kita semakin terhubung dengan teknologi digital di sekitar kita secara langsung," ungkap Osterlund.

Swedia sendiri cukup beruntung karena menjadi negara dengan adopsi teknologi paling pesat. Di sana layanan transportasinya sudah mendukung metode pembayaran yang terhubung ke microchip yang tertanam. Bahkan, di tahun skeitar 1990 pemerintah Swedia sudah membangun program internet cepat dan komputer untuk tiap rumah.

Alasan lain teknologi ini sangat populer menurut Osterlund adalah isu privasi data yang sangat dijaga oleh berbagai pihak, lembaga negara maupun swasta untuk menjaga privasi data penggunanya.

"Jadi isu soal keamanan data pengguna tidak terlalu dicemaskan. Begitupun soal peretasan teknologi ini karena microchip tertanam di dalam tubuh jadi cukup sulit untuk diretas," klaim Osterlund. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.