Facebook Permudah Pengaturan Privasi

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 29 Mar 2018 09:29 WIB
facebook
Facebook Permudah Pengaturan Privasi
Facebook menggulirkan perubahan untuk permudah pengguna menjangkau pengaturan privasi.

Jakarta: Facebook menggulirkan perubahan yang akan mempermudah pengguna menemukan dan menyesuaikan pengaturan privasi.

Perubahan ini dihadirkan Facebook di tengah kritik masyarakat terkait buruknya Facebook menangani data pengguna dan mencegah pihak ketiga menjangkau jutaan data tersebut.

Perubahan pengaturan ini menghadirkan tiga langkah pengaturan privasi di bagian depan dan utama pada menu Settings.

Sebelum perubahan, menu Facebook dinilai berantakan dan menemukan pengaturan privasi yang tepat sebagai salah satu tugas yang menantang, terutama bagi pengguna yang awan teknologi.

Pengaturan baru ini menghadirkan shortcut sederhana ke fungsi seperti autentikasi dua langkah, kendali pengguna terkait informasi yang dibagikan, opsi mengelola pengguna Facebook lain yang dapat melihat unggahan, serta opsi untuk mempelajari lebih detil terkait dengan preferensi iklan.

Perubahan lain yang dihadirkan Facebook adalah halaman bertajuk "Access Yout Information", memungkinkan pengguna untuk melihat informasi yang dibagikan secara publik dan menghapus unggahan pada lini masa atau profil yang tidak diinginkan di Facebook.

Bukan fitur baru, namun fitur tersebut merupakan fitur dengan penempatan sedikit tersembunyi di dalam menu pengaturan, sehingga sebagian besar pengguna mungkin tidak mengetahui keberadaan menu tersebut.

Sementara itu sebelumnya, Facebook dinilai lalai dalam menjaga keamanan data pribadi penggunanya setelah Cambridge Analytica ditemukan melakukan praktik kecurangan dengan memanfaatkan data pengguna Facebook.

Cambrige Analytica, yang memiliki hubungan baik dengan Stephen Bannon, mantan White House Chief Strategist dipimpin oleh Donald Trump, dilaporkan mendapatkan akses ke informasi personal tidak hanya ribuan pengguna yang berpartisipasi pada polling di Facebook, juga seluruh rekan mereka.

Informasi ini dapat digunakan untuk berbagai hal, termasuk tindakan berbahaya dan terkait dengan pemungutan suara. CEO Facebook Mark Zuckerberg menanggapi hal ini dengan merilis pernyataan permintaan maaf, terkait insiden kebocoran data yang telah diketahuinya beberapa bulan sebelum masyarakat mengetahuinya.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.