Facebook Perketat Perizinan Iklan

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 29 Mar 2018 12:28 WIB
facebook
Facebook Perketat Perizinan Iklan
Facebook menggulirkan peraturan baru guna memperketat perizinan terkait iklan di platform miliknya.

Jakarta: Untuk membuktikan ketulusan permintaan maafnya, Facebook menggulirkan peraturan baru untuk mencegah skandal Cambridge Analytica kembali terjadi. Facebook tidak lagi mengizinkan iklan menargetkan pengguna berbasis data pihak ketiga.

Hal ini tidak akan menghentikan pengiklan menggunakan data milik Facebook untuk menampilkan iklan kepada pengguna tertentu.

Facebook menghapus program Partner Categories, digambarkan sebagai cara untuk menargetkan pengguna berbasis perilaku online yang tidak terkait dengan Facebook.

Perilaku tersebut seperti kepemilikan rumah, membeli truk baru, atau pembeli setia dari merek atau produk.

Perusahaan pihak ketiga mengakses data dari catatan yang tersedia secara publik, penggunakan kartu loyalitas, dan survei. Mayoritas pengiklan di Facebook menggunakan data tersebut, atau menggunakan data milik mereka.

Kini data dari pihak ketiga tidak lagi dapat digunakan untuk menargetkan iklan secara langsung di Facebook, data ini masih dapat digunakan untuk melacak dampak dan efektivitas dari iklan.

Dalam beberapa minggu mendatang, General Data Protection Regulation Eropa akan merilis peraturan terkait dengan dampak.

Regulasi ini mengharuskan situs seperti Facebook, dan perusahaan yang beriklan di situs tersebut, untuk mendapatkan izin dari pengguna layanan sebelum menggunakan data guna menampilkan iklan.

Hal ini dinilai mampu mengubah keuntungan untuk Facebook serta situs dan aplikasi media sosial lainnya.

Sementara itu, Twitter, Pinterest, dan Snapchat dilaporkan bekerja sama dengan Oracle yang menyediakan data pihak ketiga, yang tidak lagi diterima oleh Facebook, terkait dengan penempatan iklan.

Product Marketing Director Facebook Graham Mudd menyebut, langkah ini akan membantu peningkatkan keamanan data pribadi pengguna di layanannya.

Sebelumnya, sumber internal Facebook menyebut bahwa Zuckerberg akan memberikan kesaksian pada sidang yang akan diselenggarakan oleh Senate Judiciary Committee Amerika Serikat pada 10 April mendatang, terfokus pada privasi data.


(MMI)

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan
Review Smartphone

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Oppo menghadirkan pengalaman menggunakan kamera dan hasil foto yang baik dan menyenangkan, berk…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.