Safe Travel, Aplikasi Kemenlu untuk Keamanan WNI di Luar Negeri

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 15 Apr 2018 11:11 WIB
aplikasi
Safe Travel, Aplikasi Kemenlu untuk Keamanan WNI di Luar Negeri
Kemenlu baru saja rilis aplikasi Safe Travel. (Medcom.id)

Jakarta: Kementerian Luar Negeri resmi meluncurkan aplikasi Safe Travel. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan bahwa tujuan pemerintah membuat aplikasi ini adalah untuk melindungi Warga Negara Indonesia di luar negeri. 

"Perlindungan WNI di luar negeri, itu adalah kata kuncinya," kata wanita yang akrab dengan panggilan Retno itu di hadapan wartawan di Central Park, Sabtu (14/04/2018).

"Masalah perlindungan WNI di luar negeri adalah salah satu prioritas politik luar negeri kita."

Retno menjelaskan, memang, Safe Travel telah ada meski hadir dalam bentuk peta. Sekarang, Safe Travel bisa diakses melalui berbagai platform, seperti ANdroid, iOS dan juga Web.

Salah satu fitur yang ada dalam aplikasi ini adalah tombol darurat. Retno menyebutkan, tombol darurat yang ada di bagian tengah bawah aplikasi berfungsi untuk melaporkan kejadian yang ada ketika nyawa pengguna berada dalam bahaya. 



Selain itu, aplikasi Safe Travel juga memiliki fitur yang disebut Info Negara. Seperti namanya, di sini, Anda akan menemukan informasi terkait negara yang menjadi tujuan dari perjalanan Anda. Menariknya, dalam daftar, terdapat lingkaran berwarna pada sebelah kanan nama negara. 

Warna merah melambangkan saran untuk tidak berpergian ke negara tersebut, kuning sebagai tanda tingkat kewaspadaan tinggi, oranye tingkat kewaspadaan sangat tinggi dan hijau tingkat kewaspadaan wajar. Contoh negara yang disarankan untuk tidak dikunjungi adalah Afganistan dan Irak. 

Dalam informasi negara, Anda juga akan menemukan informasi seperti kemigrasian, keamanan, hukum dan kebiasaan, mata uang, hingga tempat ibadah. Tentu saja, melalui aplikasi Safe Travel, Anda juga bisa menemukan daftar perwakilan Indonesia di negara tujuan. 

"Ada beberapa hal yang kita lakukan dengan aplikasi ini, yaitu prevensi, early detection juga untuk immediate response," kata Retno. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.