Microsoft Pastikan Groove Music Pensiun

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 02 Jun 2018 14:24 WIB
microsoft
Microsoft Pastikan Groove Music Pensiun
Microsoft mengumumkan layanan streaming Groove Music tidak akan dapat lagi dinikmati via aplikasi Android dan iOS.

Jakarta: Pada tahun lalu, Microsoft mengumumkan akan menghentikan layanan streaming Groove Music, dan seluruh konsumen yang memiliki Music Pass akan dialihkan ke Spotify. Layanan musik Microsoft akan dihentikan pada 1 Desember 2018 mendatang.

Meskipun demikian, file musik personal milik pengguna akan tetap tersedia di OneDrive bahkan setelah awal Desember tersebut. Sayangnya, pengguna tidak lagi dapat mendengarkan file dengan aplikasi Groove Music pada perangkat Android dan iOS.

Sebab, Microsoft turut mengumumkan penghentian operasionalisasi aplikasi pada dua platform perangkat mobile tersebut. Menurut Microsoft, aplikasi Android dan iOS juga akan dihentikan pada tanggal 1 Desember 2018, sehingga pengguna tidak lagi dapat memanfaatkannya dan disarankan untuk melakukan uninstal pada aplikasi ini.

Microsoft menyebut, satu-satunya cara untuk dapat mendengarkan file musik dan playlist milik pengguna yang tersimpan di OneDrive yaitu melalui aplikasi Groove Music Windows 10 yang dapat diakses melalui PC, Xbox atau Windows Phone.

Sementara itu, untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, valuasi Microsoft melampaui Alphabet, perusahaan induk Google. Microsoft kini memiliki valuasi USD753 miliar (Rp10.443 triliun) sementara Alphabet USD739 miliar (Rp10.249 triliun). Hal ini menjadikan Microsoft sebagai perusahaan dengan valuasi terbesar ketiga di dunia setelah Apple dan Amazon.

Sebelumnya, dalam acara yang berlangsung di London, Microsoft memperkenalkan Xiaoice, bot AI karyanya yang tengah menjalani proses pengujian di Tiongkok. Xiaoice cukup populer di Tiongkok, terbukti dengan jumlah teman mencapai 500 juta orang.

Hasil survei terbaru YouGov ini menampilkan popularitas yang berhasil diraih Microsoft dalam kurun waktu dua tahun terakhir yang tergolong tinggi. Popularitas tinggi ini diraih Microsoft pada konsumen dengan rentang usia antara 18 hingga 35 tahun.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.