Qiscus Hadirkan Dukungan Chat untuk Enterprise

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 27 Jul 2018 10:17 WIB
teknologistartup
Qiscus Hadirkan Dukungan Chat untuk Enterprise
Qiscus menghadirkan solusi Chat SDK, memungkinkan perusahaan mengimplementasikannya pada layanan.

Jakarta: Qiscus mengumumkan alternatif bagi perusahaan yang menginginkan sistem chat, bertajuk Chat SDK. Sistem ini diklaim dapat diimplementasikan mudah dan cepat, tanpa perlu mengeluarkan biaya tinggi.

Chat SDK mencakup sejumlah fitur yang dapat ditemukan di platform pesan instan pada umumnya. Fitur tersebut seperti indikator pengetikan, indikator kehadiran secara online, membalas pesan, push notification, hingga tombol dan kartu karousel.

“Kelebihan dari chat SDK kami adalah fleksibilitas sistemnya di mana perusahaan dapat secara bebas mengintegrasikan chat-nya dengan sistem-sistem lain yang mendukung bisnis mereka seperti chatbot, payment gateway, ataupun CRM,” ujar CEO dan Co-Founder Qiscus Delta Purna Widyangga.

Sementara itu, Delta menyebut bahwa sejumlah industri, seperti kesehatan dan perbankan, masih terbentur pada regulasi yang mengatur secara ketat terkait penggunaan server on-cloud. Hal ini dinilainya menghambat implementasi software umumnya menggunakan cloud server pada bisnis mereka.

Qiscus mencoba menawarkan solusi untuk permasalahan ini melalui Chat SDK yang dihadirkan sebagai solusi in-premise deployment karyanya, diklaim akan memungkinkan perusahaan menghadirkan layanan chat dengan memanfaatkan server milik mereka.

Tidak hanya software, Qiscus turut menawarkan bantuan integrasi software karyanya, dengan dukungan tim teknisi software yang berbasis di Indonesia.

Tim teknisi tersebut, jelas Delta, tidak hanya menawarkan bantuan dalam pengembangan produk untuk skalabilitas, juga menawarkan layanan pada proses integrasi untuk konsumen.

Melalui Chat SDK tersebut, Qiscus berharap dapat membantu bisnis melakukan ekspansi ataupun meningkatkan sistem yang telah mereka gunakan.

Qiscus turut mengungkap rencananya untuk meningkatkan layanan utama mereka dalam aspek skalabilitas, guna menjangkau pasar enterprise dan juga pelaku transformasi digital.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.