Facebook Kurangi Akses Pengiklan ke Data Pengguna

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 02 Apr 2018 15:18 WIB
media sosialfacebookCambridge Analytica
Facebook Kurangi Akses Pengiklan ke Data Pengguna
Facebook buat alat untuk pastikan dapatkan persetujuan pengguna untuk memanfaatkan datanya. (Justin Tallis / AFP / Getty Images)

Jakarta: Facebook mengembangkan alat sertifikasi yang akan meminta para pengiklan untuk mengonfirmasi bahwa mereka telah mendapatkan persetujuan pengguna sebelum menggunakan email pengguna untuk melakukan iklan tertarget via media sosial itu. 

Alat ini, menurut laporan TechCrunch, akan menjadi bagian dari program Custom Audiences milik Facebook, yang memungkinkan pengiklan untuk mengunggah daftar dari data pelanggan seperti alamat email.

Facebook kemudian mencocokkan data itu pada pengguna, memungkinkan pengiklan untuk menargetkan pengguna Facebook untuk menampilkan iklan-iklan tertentu. 

Alat sertifikasi ini akan meminta para pengiklan untuk berjanji bahwa mereka memang telah mendapatkan izin dari pengguna untuk mengguna data mereka. Facebook juga diminta untuk mencegah para pengiklan saling berbagi data. 

"Kami selalu punya peraturan untuk memastikan bahwa pengiklan memiliki persetujuan atas data yang mereka gunakan," kata Elisabeth Diana, juru bicara Facebook.

"Tapi kami akan membuat persyaratan ini menjadi semakin jelas dan mengedukasi para pengiklan tentang bagaimana mereka bisa menggunakan data pengguna."

Facebook mengumumkan alat baru ini di tengah kesibukan mereka untuk menyelesaikan kontroversi terbesar yang pernah mereka hadapi dalam sejarah 14 tahun mereka berdiri.

Bulan lalu, muncul kabar bahwa konsultan Cambridge Analytica menggunakan data dari lebih dari 50 juta pengguna untuk mengembangkan taktik untuk membantu Donald Trump dalam kampanye pemilu Amerika Serikat 2016. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.