Eksekutif Facebook Justifikasi Pertumbuhan Pengguna Apapun Caranya

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 02 Apr 2018 07:16 WIB
media sosialfacebook
Eksekutif Facebook Justifikasi Pertumbuhan Pengguna Apapun Caranya
Ilustrasi. (Jaap Arriens / NurPhoto via Getty Images)

Jakarta: Sebuah memo internal yang ditulis oleh seorang eksekutif Facebook pada 2016 bocor ke media. Dalam memo tersebut, Vice President Andrew Bosworth membela keputusan Facebook untuk mendorong pertumbuhan media sosialnya dengan segala cara, bahkan jika itu menyebabkan kematian seseorang. 

"Mungkin, bayaran yang harus ditanggung adalah nyawa seseorang karena dia terekspos pada para bully," kata Bosworth dalam memo, menurut laporan BuzzFeed News.

"Mungkin seseorang mati dalam serangan teroris yang direncakan menggunakan alat-alat kita. Dan kita masih tetap menghubungkan banyak orang."

Ketika itu, Bosworth bertanggung jawab atas platform bisnis dan iklan Facebook. Sekarang, dia bertanggung jawab atas departemen VR (Virtual Reality) dari Facebook.

Dia mengaku memang menulis memo tersebut. Namun, dia menulis memo itu hanya untuk memulai sebuah debat. 

"Saya tidak setuju dengan memo itu bahkan ketika saya menulisnya," kata Bosworth via Twitter setelah BuzzFeed membuat artikel tentang memo yang dia buat. 

CEO Facebook membantah isi memo ini. "Boz adalah pemimpin berbakat yang sering mengatakan hal-hal provokatif," kata Zuckerberg.

"Ini adalah salah satu hal yang paling tidak disetujui oleh kebanyakan orang di Facebook, termasuk saya sendiri. Kami tidak percaya kami boleh melakukan apapun untuk mencapai tujuan kami."

Memo buatan Bosworth dibuat berdasarkan tujuan akhir Facebook, yaitu menghubungkan seluruh dunia via Facebook.

Bosworth menyebutkan bahwa tujuan itu tidak akan berubah. Facebook akan tetap ingin menghubungkan semua orang, tidak peduli apakah para pengguna akan memanfaatkan alat yang Facebook sediakan untuk mencari cinta, saling mengecam satu sama lain atau dalam kasus ekstrem, mengoordinasi serangan teroris. 

Setelah memo ini dipublikasikan, Facebook kembali mendapatkan banyak kritik. Bosworth terus membela dirinya dan perusahaan tempatnya bekerja melalui Twitter. Namun, banyak orang curiga dia memang mengatakan hal yang sebenarnya dalam memonya itu.

Pada saat yang sama, sebagian orang juga menerima perkataan Bosworth bahwa dia memang hanya mencoba untuk memulai diskusi. 

Bosworth menghapus memo yang dia buat pada 2016 setelah tahu bahwa memo tersebut bocor ke tangan wartawan. Dia kemudian menulis memo baru yang berisi tentang protesnya tentang kebocoran memo sebelumnya. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.