Huawei MateBook D (2018) Pasang Prosesor dan Kartu Grafis Teranyar

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 26 Dec 2017 16:39 WIB
huawei
Huawei MateBook D (2018) Pasang Prosesor dan Kartu Grafis Teranyar
Huawei mengumumkan versi pembaruan laptop MateBook D yang diluncurkan pada awal tahun lalu, yaitu MateBook D (2018).

Jakarta: Pada awal tahun ini, Huawei meluncurkan tiga laptop terbarunya, yaitu Matebook D, Matebook E dan Matebook X. Huawei kini mengumumkan versi pembaruan dari Matebook D, yaitu Huawei MateBook D (2018).

Versi baru MateBook D tersebut masih mengusung desain serupa pendahulunya, namun hadir dengan bekal kartu grafis dan CPU lebih baik. MateBook D (2018) tersebut hadir dengan desain unibodi metal dan berketebalan 16,9 mm.

Selain itu, perangkat ini dibekali dengan layar 15,6 inci berasio layar ke bodi sebesar 83 persen, serupa dengan model pendahulunya. Layar tersebut mendukung resolusi Full HD 1920 x 1080 piksel, serta dengan sudut pandang 178 derajat, cakupan gamut warna NTSC 45 persen, dan kecerahan 350 nits.

Secara internal, laptop tersebut didukung oleh prosesor Intel generasi ke delapan Core i5-8250U dan RAM 8GB. Model standar dengan prosesor Core i5 hadir dalam dua opsi, satu berbekal ruang penyimpanan SSD sebesar 256GB, sementara lainnya dengan SSD 128GB dan HDD 1TB.

Sementara itu, versi lebih tinggi didukung prosesor Intel COre i7-8550U, RAM 8GB serta ruang penyimpanan SSD 128GB dan HDD 1TB. Menyoal prosesor grafis, laptop ini didukung oleh NVIDIA MX150, berbeda dari pendahulunya yang berbekal NVIDIA 940MX.

MateBook D (2018) dilengkapi dengan baterai 43,3Wh, diklaim mampu bertahan selama 10 jam, dan memutar video selama 8,5 jam. Perangkat tersebut juga didukung sistem speaker panoramik Dolby, dengan port USB 3.0, satu port USB 2.0, dan port HDMI.

Laptop tersebut juga dibekali dengan desain antenna ganda untuk Wi-Fi, perluasan cakupan jaringan serta jarak sinyal. Bersamaan dengan MateBook D (2018), Huawei juga memperkenalkan adapter charging daya berbobot 175 gram.

MateBook D (2018) versi prosesor Core i5 dengan SSD 256GB ditawarkan seharga CNY1.588 atau sekitar USD791 (Rp), sedangkan versi prosesor Core i5 dengan SSD 128GB + HDD 1TB seharga CNY atau sekitar USD837 (Rp).

Sementara itu, versi lebih tinggi didukung prosesor Core i7 ditawarkan seharga CNY6.688 atau sekitar USD1.020 (Rp). Ketiga model tersebut menggunakan sistem operasi Windows 10, dan telah tersedia untuk dibeli, meski baru di pasar Tiongkok.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.