Chatbot Ini Bertugas Habiskan Waktu Scammer

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 11 Nov 2017 12:17 WIB
cyber security
Chatbot Ini Bertugas Habiskan Waktu Scammer
Chatbot buatan Netsafe bertujuan menghabiskan waktu scammer.

Metrotvnews.com: Perusahaan keamanan siber asal Selandia Baru, Netsafe, membuat chatbot untuk menghadapi orang-orang di balik email penipuan atau email scammer.

Chatbot yang dinamai Re:scam itu akan membalas email yang diduga sebagai email penipuan dengan membuat balasan yang panjang dan bertele-tele melalui alamat email proxy

Untuk memanfaatkan chatbot ini, Anda cukup mengirimkan email penipuan yang Anda terima ke me@rescam.org dan chatbot buatan Netsafe akan berusaha menghabiskan waktu para penipu yang ingin menipu Anda, seperti yang disebutkan Digital Trends.

"Re:scam dibuat untuk meningkatkan kesadaran akan email penipuan atau scam, dan memberikan masyarakat cara untuk melawan para penipu itu," kata CEO Netsafe, Martin Cocker.

"Bot akan terus berinteraksi dengan para penipu sampai sang penipu berhenti membalas. Jawaban yang dikirimkan oleh bot telah dibuat agar terlihat wajar dan sulit untuk dideteksi.

"Chatbot juga membalas dengan jeda waktu yang berbeda sehingga ia tampil lebih manusiawi. Jika seorang penipu membalas email bot, Re:scam akan memberitahu Anda dan Anda bisa melihat ringkasan dari percakapan tersebut. Sejak meluncurkan Re:scam 3 tahun lalu, kami telah menerima puluhan ribu email dari Selandia baru dan dari seluruh dunia."



Cocker berkata, konsep di balik chatbot ini adalah dengan memutarbalikkan konsep tentang chatbot, yaitu chatbot harus efisien dan bisa membantu pengguna. Dengan membuat chatbot yang hanya menghabiskan waktu orang yang berinteraksi dengannya, Netsafe berhasil membuat solusi dari masalah besar yaitu email penipuan. 

"Email penipuan adalah masalah global tanpa batas. Ini adalah masalah unik yang harus diselesaikan dengan cara inovatif," kata Cocker. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.