FBI Tangkap Bos Penjual BlackBerry Modifikasi ke Pengedar Narkoba

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 12 Mar 2018 11:59 WIB
blackberryandroidcyber security
FBI Tangkap Bos Penjual BlackBerry Modifikasi ke Pengedar Narkoba
FBI sukses tangkap bos Phantom Seller. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Ponsel BlackBerry khusus yang dibuat menjadi super aman tetaplah komoditi yang dicari di dunia kriminal.

Penangkapan yang dilakukan oleh FBI belum lama ini menunjukkan itu. Motherboard melaporkan bahwa FBI telah menangkap Vincent Raos, pendiri dari Phantom Seller, perusahaan yang menjual ponsel yang telah dimodifikasi.

Ramos ditangkap atas tuduhan membantu organisasi kriminal, termasuk jaringan pengedar narkoba Sinaloa.

Phantom Seller mengubah perangkat BlackBerry dan Android dengan menghilangkan fitur-fitur tertentu (termasuk kamera dan peramban internet) dan menambahkan Pretty Good Privacy yang mendukung komunikasi terenkripsi. 

Tidak hanya Phantom Seller berpura-pura tidak tahu akan latar belakang kliennya yang tidak taat hukum, mereka sepenuhnya sadar siapa pelanggan mereka dan apa yang mereka lakukan, menurut para penyelidik.

Dikabarkan, agen yang menyamar untuk menggerebek Phantom Seller tidak hanya mendengar Ramos mengatakan bahwa menjual ponsel buatannya bukanlah masalah, tapi ponsel-ponsel yang dijual memang dimodifikasi khusus untuk pengedar narkoba.

Salah satu anggota kartel Sinoa juga mengaku bahwa mereka menggunakan ponsel Phantom untuk melakukan bisnis penjualan narkoba mereka.

FBI memperkirakan, ada sekitar 20 ribu perangkat buatan Phantom di dunia. Setengah dari perangkat itu ada di Australia dan sebagian lainnya terdapat di negara-negara seperti Kuba, Meksiko dan Venezuela. 

Penangkapan ini menunjukkan dilema soal komunikasi terenkripsi. Memang, enkripsi dibuat dengan tujuan untuk melindungi privasi penggunanya. Namun, tidak sedikit pelaku kriminal yang menggunakan komunikasi terenkripsi untuk menjalakan kegiatan mereka. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.