VibiCloud Bawa Azure Stack untuk UKM Indonesia

M Studio    •    Senin, 18 Dec 2017 14:55 WIB
microsoftcloud computing
VibiCloud Bawa Azure Stack untuk UKM Indonesia
VibiCloud menawarkan solusi hybrid cloud end-to-end menggunakan Microsoft Azure Stack (MTVN/DANU)

Jakarta: Transformasi digital merupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh perusahaan saat ini. Perkembangan teknologi yang semakin pesat memaksa seluruh elemen perusahaan untuk dapat menggunakan teknologi terkini.

Namun, hal tersebut bakal sulit dilakukan oleh perusahaan baru atau pelaku usaha kelas kecil dan menengah (UKM) karena membangun infrastruktur IT yang mumpuni membutuhkan investasi yang sangat besar.

Solusi bagi para pelaku UKM adalah menggunakan layanan public cloud. Teknoloi tersebut memungkinkan penggunanya untuk menghadirkan sistem IT secara cepat, mudah, dan biaya yang relatif lebih murah ketimbang membuat infrastruktur sendiri. 

Masalahnya adalah Indonesia memiliki peraturan yang bisa dikatakan sedikit membatasi penggunaan public cloud.

Melalui PP No.82 tahun 2012, pemerintah dengan tegas mengatakan penyelenggaraan sistem elektronik untuk publik wajib menempatkan datanya di pusat data (data center) yang ada di Indonesia. Sementara penyedia layanan public cloud populer seperti Microsoft Azure masih belum memiliki data center di Indonesia.

Dari permasalahan tersebut penyedia layanan cloud Indonesia yaitu VibiCloud menawarkan sebuah solusi berupa teknologi hybrid cloud.

Teknologi tersebut menggabungkan keuntungan yang ada di sistem public cloud dan private cloud sehingga masih bisa menyimpan data di data center yang berlokasi di Indonesia. Yang membuat layanan VibiCloud kali ini menjadi istimewa adalah sistemnya didukung oleh Microsoft Azure Stack.



VibiCloud menawarkan solusi hybrid cloud end-to-end menggunakan Microsoft Azure Stack dan merupakan yang pertama di Indonesia. Bekerjasama langsung dengan Microsoft, pengguna bisa memanfaatkan teknologi Microsoft Azure dengan sangat fleksibel. Artinya, pengguna bisa memilih mana proses yang bisa disimpan di private cloud dan mana yang di public cloud.

"Solusi hybrid cloud yang simpel, aman, dan bisa diandalkan memang dibutuhkan oleh perusahaan yang ingin menggunakan teknologi cloud dan tetap bisa mengikuti peraturan perundang-undangan di Indonesia," ujar CEO VibiCloud Alfonsus Bram.

"Dengan layanan ini tidak ada alasan untuk tidak bertransformasi. Pelaku usaha di Indonesia memang harus agile."

VibiCloud memiliki tim lokal bersertifikasi resmi Microsoft yang secara khusus didedikasikan untuk memberikan pelayanan selama 24 jam bagi para pelanggan bisnis di Indonesia. Tidak hanya melayani secara teknis, tim VibiCloud juga dikatakan bisa memberikan dukungan berupa konsultasi dan perencanaan untuk menyusun investasi IT.

VibiCloud juga memiliki layanan Virtual Data Center, Virtual Desktop Infrastructure, serta Backup and Distaster Recovery bagi semua pelanggannya di Indonesia. Selain Microsoft, layanan hybrid cloud kali ini juga didukung oleh Hypernet, Megaport serta HP Enterprise.

Megaport dan Hypernet berperan dalam menyediakan jaringan internet berkecepatan tinggi serta aman. Keduanya diukatakan bisa memastikan koneksi antara kantor perusahaan dengan server cloud bisa berjalan lancar serta aman. Hal tersebut sangat penting mengingat keamanan merupakan hal yang paling utama dalam mengoperasikan cloud.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.