Xiaomi: Hardware Bukan Lahan Cari Untung

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 20 Dec 2017 19:13 WIB
xiaomi
Xiaomi: Hardware Bukan Lahan Cari Untung
Xiaomi menyebut tidak mencari keuntungan pada bisnis hardware miliknya,

Jakarta: Hampir selalu meluncurkan perangkat dengan harga terjangkau namun dengan dukungan spesifikasi tergolong tinggi disebut Xiaomi sebagai perwujudan tujuannya untuk menghadirkan peluang bagi masyarakat untuk dapat menikmati teknologi yang dihadirkan via perangkat.

"Xiaomi mengusung model bisnis inovatif pada tiga pilar bisnisnya, yaitu hardware, sistem IoT dan pelayanan Internet. Berkat model bisnis tersebut, Xiaomi tidak perlu memusingkan untuk mencari keuntungan dari bidang hardware," ujar Founder dan CEO Xiaomi Lei Jun.

Lei menyebut, model bisnis yang menyebabkannya tidak perlu mengkhawatirkan keuntungan dari segi hardware menjadikan Xiaomi dapat terfokus untuk menghadirkan perangkat terbaik dengan harga terjangkau. Lei mengaku harga jual perangkat karya Xiaomi merupakan harga modal produksi perangkat.

Disinggung asal keuntungan Xiaomi, Lei menyebut perusahaannya terfokus untuk mencari keuntungan melalui pilar bisnis lainnya, yaitu sistem IoT dan layanan internet. Selain itu, fokus untuk menghadirkan produk berkualitas berharga terjangkau juga diwujudkan dengan tidak melakukan kegiatan pemasaran besar.

Xiaomi mengaku lebih mengandalkan jaringan daring (online) seperti media sosial untuk memasarkan perangkatnya, seperti yang diungkapkan oleh Direktur Manajemen Produk dan Pemasaran Xiaomi Global Donovan Sung.

Sung turut mengandalkan sistem pemasaran Word of Mouth untuk mempromosikan Xiaomi. Hal tersebut menjadikan produk sebagai alat promosi utama, sehingga penting bagi perusahaannya untuk menghadirkan produk terbaik dan tidak mengecewakan konsumen.

Meskipun demikian, Xiaomi tetap memiliki target untuk memasarkan 100 juta unit smartphone secara global pada tahun 2018 mendatang.

Target penjualan tersebut dinilai Lei bukan hal sulit untuk dapat dicapai, sebab pada tahun 2017, Xiaomi berhasil mencapai jumlah yang diprediksinya yaitu sebanyak 90 juta unit.

Keberadaan target tersebut, lanjut Lei, tidak mengindikasikan fokusnya pada jumlah penjualan. Lei mengaku lebih mementingkan kepuasan pelanggan yang akan mendorong kesetiaan mereka terhadap merek dan produk Xiaomi.

Sementara itu untuk pasar Indonesia, Xiaomi menargetkan untuk memasarkan sebanyak 10 juta unit pada tahun 2018. Lei juga berharap dapat menjadi pemimpin pasar smartphone Indonesia dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang.


(MMI)

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018
CES 2018

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018

3 days Ago

Lenovo perkenalkan keluarga baru ThinkPad X1 yang terdiri dari tiga jenis perangkat sekaligus d…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.