Alibaba akan Gandakan Dana R&D Mereka?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 12 Oct 2017 19:03 WIB
alibaba
Alibaba akan Gandakan Dana R&D Mereka?
Alibaba dilaprorkan akan menggandakan biaya R&D mereka. (studioEAST via Getty Images)

Metrotvnews.com: Riset dan pengembangan (R&D) memang memiliki peran sangat penting dalam industri teknologi. Alphabet, perusahaan induk Google, menghabiskan dana yang tidak sedikit untuk mengembangkan berbagai proyek "ajaib" untuk menemukan teknologi revolusioner berikutnya. 

Setiap tahunnya, Apple dan Amazon juga menghabiskan miliaran dollar pada divisi R&D mereka, yang tersebar di berbagai negara. Perusahaan e-commerce terbesar Tiongkok, Alibaba, tampaknya akan mengikuti jejak para raksasa teknologi itu. 

Alibaba berencana melipatgandakan dana R&D mereka dari USD6.4 miliar (Rp86,4 triliun) per tahun menjadi USD15 miliar (Rp202,6 triliun) selama 3 tahun ke depan, menurut laporan Bloomberg. Dana ini akan mereka gunakan untuk menemukan teknologi generasi baru dan proyek "ajaib" yang bisa menciptakan disrupsi di pasar.

Menurut laporan Engadget, Alibaba berencana untuk membuat 7 laboratorium riset dan mempekerjakan 100 ilmuwan dengan fokus pada kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT) dan komputasi quantum. Dikabarkan, pembelajaran mesin, visual computing dan keamanan jaringan juga merupakan bidang lain yang menarik perhatian raksasa Tiongkok itu. 

Dikabarkan, Alibaba berencana untuk membuat laboratorium di Amerika Serikat, Rusia, Israel dan Singapura. Perusahaan e-commerce itu juga disebutkan akan bekerja sama dengan berbagai universitas seperti University of California, Berkeley. 

Dengan total dana USD16.1 miliar (Rp217,4 triliun), Amazon dikabarkan menjadi perusahaan dengan dana R&D terbesar, diikuti oleh Alphabet dengan dana USD13.9 miliar (Rp187,7 triliun), Intel yang memiliki dana USD12.7 miliar (Rp171,5 triliun), Microsoft dengan dana USD12.3 miliar (Rp166,1 triliun) dan Apple dengan dana USD10 miliar (Rp135 triliun). 

Jika Alibaba memang akan menggandakan dana R&D milik mereka, itu berarti, mereka akan menjadi perusahaan dengan dana R&D terbesar kedua, mengalahkan semua perusahaan-perusahaan besar teknologi kecuali Amazon. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.