Intel Tunda Kehadiran Prosesor 7nm Hingga Tahun 2022

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 13 Sep 2016 13:23 WIB
intel
Intel Tunda Kehadiran Prosesor 7nm Hingga Tahun 2022
Prosesor 7nm ditunda kehadirannya hingga tahun 2022 (foto: WCCFTech)

Metrotvnews.com: Prosesor Intel yang menggunakan arsitektur 7nm baru-baru ini ditunda kehadirannya hingga tahun 2022.

Intel menunda prosesor 7nm tersebut untuk memberikan ruang bagi perilisan prosesor 10nm. Itu artinya, Intel akan merilis tidak hanya satu atau dua seri prosesor 10nm. WCCFTech sendiri memperkirakan akan ada tiga seri prosesor Intel yang menggunakan arsitektur 10nm.

Mengapa Intel sengaja memberikan ruang lebih untuk prosesor 10nm? 

Jawabannya kembali pada Moore's Law yang menjadi patokan Intel sejak lama. Melalui Moore's Law, Intel menggunakan proses produksi yang disebut dengan tick-tock. Tick adalah saat Intel memproduksi prosesor dengan arsitektur baru yang lebih kecil. Sedangkat tock adalah saat Intel melakukan optimalisasi pada arsitektur baru, sehingga akan tampil lebih efisien. 



Sayangnya, proses produksi tersebut sudah mulai ditinggalkan oleh Intel sejak Haswell dirilis. Kehadiran Haswell dinilai sebagai semi-tock, dan diikuti oleh versi "refresh" dari Devil's Canyon. Sama seperti Kaby Lake yang nantinya akan menjadi versi refresh dari Skylake.

Dengan demikian, dapat dilihat jika kali ini Intel menggunakan proses produksi tiga tahap atau tick-tock-tock.

Apa yang menjadi penyebab Intel memperpanjang proses produksinya?

Besar transistor di dalam prosesor kian mengecil dan sudah masuk ke tingkat ukuran atom. Jika dibandingkan dengan objek mikro lainnya, transistor pada prosesor saat ini telah mencapai ukuran 14nm, atau 8 kali lebih kecil dari ukuran virus HIV, dan 500 kali lebih kecil dari sel darah merah.

Semakin kecilnya transistor akan sering menimbulkan sebuah fenomena yang membuat elektron tetap mengalir selagi gerbang transistor ditutup.

Fenomena yang disebut sebagai quantum tunneling tersebut tentunya akan berdampak buruk pada proses komputasi digital karena elektron yang "sembarangan" lewat akan mengubah nilai komputasi sehingga bisa menimbulkan error.



Itulah salah satu alasan mengapa Intel memperpanjang proses produksinya, karena teknologi prosesor sendiri sudah mencapai batas limitasinya. Dengan demikian, Intel memerlukan waktu lebih banyak untuk melakukan riset untuk mengoptimalisasi prosesornya. Intel juga harus melakukan riset lebih jauh untuk menemukan pengganti arsitektur prosesor yang ada saat ini.

Prosesor dengan arsitektur 7nm sendiri dikatakan sebagai batas akhir dari sistem arsitektur prosesor yang digunakan hingga saat ini. Tentu saja dengan waktu yang semakin terbatas, Intel harus menemukan alternatif lain untuk pengembangan prosesor setelah arsitektur 7nm.

Intel tentunya sudah memiliki beberapa alternatif, salah satunya adalah prosesor quantum yang disebut-sebut merupakan bentuk evolusi komputer selanjutnya.


(MMI)

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

2 days Ago

Melalui situs resminya, Samsung memberitahukan pihaknya telah memberikan tanda khusus untuk mem…

BERITA LAINNYA
Video /