Autodesk: Seniman Indonesia Punya Kemampuan Tinggi

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 22 Sep 2016 10:41 WIB
autodesk
Autodesk: Seniman Indonesia Punya Kemampuan Tinggi
Autodesk menyebut seniman di Indonesia memiliki kemampuan yang tidak kalah dari seniman luar negeri.

Metrotvnews.com, Jakarta: AutoDesk menyebut seniman Indonesia, terutama di bidang efek visual dan animasi, memiliki kemampuan yang tinggi serta tidak kalah dibandingkan seniman luar negeri. Hal ini disampaikan pada acara Behind the Scenes Visual Effects Game of Thrones.

"Seperti yang diungkap Jordan, Indonesia punya kemampuan yang tidak kalah baiknya dari artist luar negeri. Autodesk ingin mendukung bakat dan kemampuan ini melalui penyediaan software dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Media&Entertainment Industry Sales Manager Autodesk Indonesia, Rudi Wirawan.

Namun, menurut Rudi, pertumbuhan industri animasi di Indonesia masih belum terlalu signifikan. Hal ini disebabkan belum mampunya sejumlah mahasiswa di jurusan terkait untuk beradaptasi dengan tuntutan kecepatan dalam menciptakan suatu karya melalui efek visual atau animasi. Sedangkan selama di ranah pendidikan, mahasiswa dinilai memiliki cukup waktu untuk dapat beradaptasi.

Pernyataan Rudi ini mendukung pendapat VP Development & Technology Rodep FX, Jordan Soles. Soles menyebut industri ini menuntut seniman yang terlibat di dalamnya untuk dapat menyelesaikan karya dalam kurun waktu tertentu dan cenderung cepat.

Sementara itu, lanjut Soles, seniman umumnya merupakan orang yang memiliki kreatifitas tinggi. Hal ini memungkinkan mereka membutuhkan waktu cukup lama untuk dapat menghasilkan karya yang sempurna bagi mereka, serta akibat proses pembuatan yang juga membutuhkan waktu lama.

Hal lain yang turut menjadi tantangan dalam pertumbuhan industri ini, lanjut Rudi, adalah penawaran harga software yang dinilai masih tergolong tinggi. Karenanya, Autodesk menghadirkan dukungan terhadap perkembangan industri efek visual dan animasi di Indonesia melalui program peminjaman software dan menggandeng universitas sehingga mahasiswa dapat memperoleh software Autodesk dengan lebih mudah.

Selain mahasiswa, program peminjaman dan penurunan penawaran harga software juga menjadi solusi yang dilakukan Autodesk dalam memerangi pembajakan. Sebelumnya, Rudi mengaku telah melakukan cara keras, dengan menginvestigasi dan bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam menindak pembajakan software.

Namun, cara keras tersebut dinilai tidak berhasil dalam menghapus ataupun menurunkan tingkat pembajakan software. Karenanya, Autodesk beralih ke cara lebih halus, dengan melakukan edukasi masyarakat dan menawarkan program peminjaman dan penurunan harga tersebut.

Autodesk berharap, selain menurunkan tingkat pembajakan software, program yang ditawarkannya juga dapat membantu mendorong pertumbuhan industri ini di Indonesia.


(MMI)

Video /