Ekonomi Tiongkok Melambat, Alibaba Tetap Tumbuh

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 12 Aug 2016 12:35 WIB
alibaba
Ekonomi Tiongkok Melambat, Alibaba Tetap Tumbuh
Alibaba masih menunjukkan pertumbuhan. (AP Photo/Ng Han Guan, File)

Metrotvnews.com: Pertumbuhan ekonomi Tiongkok mulai melambat, tapi marketplace terbesar yang ada di negara tersebut masih terus tumbuh.

Kemarin, Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok, mengumumkan pertumbuhan penghasilan yang cukup besar berkat keberhasilan mereka untuk terus menarik pengunjung ke situs mereka.

Perusahaan ini juga mendapatkan penghasilan dari para vendor, yang harus membayar untuk menjual dan mengiklankan produk mereka di Alibaba.

Menurut New York Times, penjualan Alibaba naik 59 persen di kuartal pertama menjadi USD4.8 miliar (Rp63 triliun). Sementara laba operasional mereka naik 71 persen menjadi USD1.3 miliar (Rp17 triliun).

Bagi banyak inevstor AS, Alibaba merupakan cerminan daya beli konsumennya dan sehat atau tidaknya ekonomi Tiongkok. Perusahaan e-commerce tersebut telah berhasil mengalahkan pasar ritel Tiongkok.

Selain itu, mereka juga telah melakukan investasi untuk menumbuhkan pasar e-commerce di Tiongkok, dengan fokus pada logistik dan area pedesaan di mana tidak banyak orang sudah dapat mengakses internet. Dengan begitu, Alibaba tetap dapat tumbuh meski ekonomi Tiongkok melambat.

Alibaba mempersiapkan diri untuk perlambatan ekonomi di Tiongkok yang terus berlanjut. Caranya adalah dengan keluar dari bisnis tradisional mereka dan mulai memasuki pasar komputasi cloud, hiburan dengan video online dan game dan bahkan bisnis jasa pengantar makanan.

Sejauh ini, usaha mereka menghasilkan hasil yang beragam. Misalnya Koubei, bisnis pengantar makanan berbasis smartphone milik Alibaba tidak mendapatkan untung dan justru hanya menghabiskan uang untuk bersaing dengan para pesaingnya.

Namun, sektor lain terlihat cukup menjanjikan. Layanan komputasi cloud Alibaba -- yang menyerupai layanan yang ditawarkan oleh Amazon -- dengan cepat menarik perhatian di Tiongkok. Banyak perusahaan yang menggantungkan diri pada Alibaba untuk komputasi perusahaan mereka.

Meskipun begitu, kesuksesan Alibaba di sektor komputasi cloud bukannya tidak memiliki risiko tersendiri. Di sektor ini, Alibaba harus siap untuk menghadapi pesaing dari luar negeri dan menghadapi Baidu. Sementara bisnis pengantar makanan mereka ditakutkan hanya akan terus menghabiskan kas yang mereka miliki.

Belakangan, Alibaba sedang fokus untuk melakukan ekspansi internasional. Saat ini, memang usaha utama Alibaba adalah untuk membawa barang milik vendor asing untuk dijual ke konsumen Tiongkok, Alibaba kini juga berusaha untuk bermain di industri e-commerce di negara-negara berkembang di sekitar Tiongkok.

Alibaba telah menanamkan investasi di perusahaan e-commerce India, Paytm dan Snapdeal. Tahun ini, mereka juga telah mengakuisisi Lazada senilai USD1 miliar. Lazada sendiri adalah situs e-commerce yang cukup populer di Asia Tenggara.


(MMI)