Tesla Siap Pasok Listrik Satu Pulau

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 23 Nov 2016 10:53 WIB
tesla
Tesla Siap Pasok Listrik Satu Pulau
Panel-panel surya yang ada di Pulau Ta'u.

Metrotvnews.com: Tesla menyelesaikan akuisisi SolarCity minggu ini. Untuk merayakan hal itu, Tesla mengumumkan proyek energi tenaga surya berskala besar, yaitu menyediakan energi untuk seluruh pulau Ta'u di Samoa Amerika.

Sebelumnya, pulau ini menggunakan generator diesel. Selama satu tahun belakangan, Tesla telah memasang jaringan listrik mikro berupa ribuan panel surya dan puluhan baterai untuk memasok "hampir 100 persen" listrik dari 600 orang yang tinggal di Ta'u.

Menurut The Verge, dengan proyek ini, Tesla tampaknya berusaha untuk menunjukkan keuntungan akuisisi SolarCity. Jaringan listrik mikro Ta'u terdiri dari 5.328 panel surya dari SolarCity dan Tesla dan dilengkapi dengan 60 baterai Tesla Powerpack yang berfungsi sebagai tempat penyimpan energi.

Namun, akuisisi SolarCity tetaplah langkah berisiko untuk Tesla, mengingat Tesla mengeluarkan USD2.6 miliar untuk perusahaan yang tidak menguntungkan. SolarCity mengeluarkan USD6 setiap USD1 yang mereka dapatkan.

Meskipun begitu, CEO Tesla Elon Musk menyebutkan bahwa proses akuisisi ini adalah sebuah langkah yang harus diambil untuk mewujudkan rencana besarnya untuk mengintegrasikan pembuatan energi bersih dengan penyimpanan energi.

Proyek di Ta'u dibiayai oleh badan Samoa Amerka dan Amerika Serikat, termasuk Departemen Dalam Negeri. Tesla berkata, proyek ini akan menghilangkan ongkos pembelian dan pengiriman 109.500 galon diesel setiap tahun.

"Menghitung nilai bahan bakar yang terus naik dan juga biaya transportasi massal ke pulau kecil, dampak finansial proyek ini cukup besar," kata Tesla dalam sebuah blog post. Jaringan listrik mikro ini dapat memasok listrik pulau tersebut selama 3 hari bahkan jika tidak ada sinar matahari. Untuk mengisi dayanya kembali, ia memerlukan waktu 7 hari.




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.