SpaceX akan Luncurkan SWOT Milik NASA

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 25 Nov 2016 16:10 WIB
antariksanasa
SpaceX akan Luncurkan SWOT Milik NASA
Ilustrasi peluncuran. (SpaceX via AP)

Metrotvnews.com: SpaceX memenangkan kontrak baru dari NASA, untuk meluncurkan salah satu satelit divisi sains Bumi NASA dalam waktu kurang dari 5 tahun.

Satelit yang hendak diluncurkan adalah kendaraan Surface Water and Ocean Topografi (SWOT). Ia didesain untuk memindai lautan di bumi dan memberikan "survei global dari air di permukaan bumi pertama."

Satelit ini akan menggunakan salah satu roket Falcon 9 dari SpaceX. Ia ditargetkan untuk diluncurkan pada bulan April 2021 dari Vanderberg Air Force Base di California, seperti yang disebutkan oleh The Verge.

Ini adalah proyek penting lain yang SpaceX lakukan untuk NASA. Pada bulan Januari, SpaceX meluncurkan satelit untuk memonitor laut, Jason-3 dan pada tahun depan, SpaceX akan meluncurkan Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) milik NASA, yang didesain untuk mencari planet kecil di dekat bintang yang ada di luar sistem tata surya kita.

"Kami tidak sabar menjalankan misi yang penting untuk NASA, negara dan seluruh dunia," kata President SpaceX, Gwynne Shotwell dalam sebuah pernyataan resmi.

"Kami menghargai kerja sama dengan NASA dan kepercayaan diri mereka pada SpaceX sebagai peluncur."

Nilai total peluncuran SWOT adalah USD112 juta (Rp1,5 triliun), menurut NASA, yang mungkin terlihat mahal mengingat peluncuran roket Falcon 9 dari SpaceX seharusnya dihargai mulai dari USD62 juta (Rp838 miliar).

Selain itu, proyek ini juga memiliki biaya yang lebih mahal dari proyek NASA lainnya. Biaya peluncuran satelit Jason-3 adalah USD82 juta (Rp1,1 triliun) sementara peluncuran TESS memakan biaya USD87 juta (Rp1,18 triliun).

Menurut NASA, biaya USD112 juta tidak hanya untuk peluncuran Falcon 9, tapi biaya untuk peluncuran SWOT secara keseluruhan. Jadi, uang tersebut tidak hanya mengalir untuk SpaceX, tapi juga organisasi-organisasi lain yang memberikan "dukungan tambahan" yang diperlukan untuk meluncurkan SWOT. Sayangnya, NASA tidak menjelaskan dukungan tambahan apa yang diperlukan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.