Alibaba Investasi Rp2,7 Triliun di Kakao Pay

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 22 Feb 2017 18:03 WIB
kakaoalibaba
Alibaba Investasi Rp2,7 Triliun di Kakao Pay
Pembuat Kakao Talk mendapatkan investasi dari divisi finansial Alibaba.

Metrotvnews.com: Ant Financial, divisi keuangan Alibaba, menanamkan investasi sebesar USD200 juta (Rp2,7 triliun) ke Kakao Pay, solusi pembayaran mobile dari pembuat Kakao, aplikasi messenger asal Korea Selatan.

Ant, yang mengendalikan Alipay, memiliki lebih dari 450 juta pengguna secara global. Sementara Kakao Pay saat ini hanya memiliki 14 juta pengguna. Namun, Kakao Talk telah dipasang di lebih dari 99 persen smartphone di Korea Selatan, menjadikannya sebagai aplikasi messaging terbesar di negara tersebut.

"Korea Selatan adalah pasar yang penting untuk Ant Financial dalam usaha kami untuk melakukan ekspansi global, dan kami melihat kesempatan besar di pasar tersebut untuk layanan yang inovatif dan potensi di pembayaran mobile," ujar President of Ant Financial, Douglas Feagin, seperti yang dikutip dari ZDNet

Saham Kakao naik 4,48 persen menjadi KRW88,500 (Rp1 juta) setelah pengumuman ini.

Investasi ini sesuai dengan keinginan Ant untuk menciptakan jaringan aset finansial global sebelum melakukan penawaran saham perdana (IPO) senilai lebih dari USD10 miliar pada tahun ini.

Pada hari Jumat minggu lalu, Ant menandatangani perjanjian untuk membeli saham di Mynt, layanan kredit dan pembayaran mobile yang dimiliki oleh Globe Telecom di Filipina. Mynt bertanggung jawab atas layanan pembayaran mikro, GCash dan juga layanan peminjaman uang mobile, Fuse Lending.

Pada 2015, Ant menanamkan investasi lebih dari USD500 juta (Rp6,7 triliun) untuk mendapatkan 40 persen saham di perusahaan induk dari platform pembayaran mobile India, Paytm. Sementara pada akhir 2016, perusahaan fintech asal Thailand, Ascend Money, juga mendapatkan investasi dari Ant, meski nilainya masih belum diketahui.

Januari tahun ini, Ant mengumumkan akuisisi layanan transfer uang asal Amerika Serikat, MoneyGram Internasional senilai USD880 juta (Rp10,7 triliun).


(MMI)

Video /