Masyarakat OKU Timur Bisa Lapor Polisi via Aplikasi

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 12 Oct 2016 21:32 WIB
aplikasi
Masyarakat OKU Timur Bisa Lapor Polisi via Aplikasi
Foto: MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Jakarta: Tingkat kejahatan yang tinggi di berbagai wilayah, salah satunya tindak begal di wiayah Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, menginspirasi pihak kepolisian setempat untuk memanfaatkan teknologi dalam proses penanganan kejahatan tersebut.

Pemanfaatan teknologi dihadirkan kepolisian OKU Timur dalam bentuk aplikasi bernama Polisi Dalam Genggaman. Aplikasi ini diluncurkan pada 29 September lalu, yang diresmikan oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Polisi Joko Prastowo, serta diciptakan oleh Kapolres Oku Timur, AKBP Audie Latuheru.

"Polres Oku Timur meluncurkan web polres Oku Timur. Dimaksudkan untuk memberikan akses kepada masyarakat, dengan media alat handphone yang sudah Android untuk berpartisipasi memberikan informasi, baik menyangkut kegiatan, menyangkut perilaku pelanggaran hukum, menyangkut kejahatan dan semuanya," ujar Irjen Polisi Joko Prastowo.

Aplikasi yang dibuat berdasarkan pada sistem operasi Android ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan yang terjadi ataupun mereka temui. Aplikasi Polisi Dalam Genggaman juga dilengkapi dengan sejumlah fitur pendukung tujuannya tersebut.

Fitur yang tersedia pada aplikasi ini yaitu Alamat Polres, Silakan Lapor, Informasi, Pelayanan Masyarakat, Laporkan Kejadian, Ngobrol Bebas, Kirim SMS, Kirim Email, Kamera Selfie, serta Video.

Tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan, aplikasi ini juga menjamin kerahasiaan identitas pelapor.

Untuk mendukung kehadiran aplikasi Polisi Dalam Genggaman ini, Polres OKU Timur juga mempersiapkan tim khusus yang bertugas memantau laporan dari aplikasi ini. Tidak hanya tim pemantau, Polres OKU Timur juga melakukan pelatihan terkait keamanan pada tim khusus tersebut, sehingga dapat lebih cakap dalam menangani kejahatan yang akan ditanganinya.

Namun, aplikasi yang telah diunduh oleh 600 pengunduh dalam waktu tiga hari setelah aplikasi ini diluncurkan tersebut baru dapat dimanfaatkan oleh masyarakat wilayah OKU Timur. Selain membantu menurunkan tindak kejahatan, khususnya di Sumatera Selatan, AKBP Audie Latuhari juga berharap aplikasi ini dapat menginspirasi inovasi lain karya anak negeri.

Sebelumnya, Aplikasi serupa juga diciptakan oleh kepolisian di beberapa daerah, di antaranya adalah Kepolisian Sukabumi melalui aplikasi Tombol Panik, Polda Metro Jaya melalui Sistem Informasi Aplikasi Pelaporan Polda Metro Jaya (SIAP-PMJ), serta Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta melalui aplikasi Polisi Kita.


(MMI)