Apple Sempat Simpan Rekaman Peramban Bertahun-Tahun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 13 Feb 2017 19:22 WIB
apple
Apple Sempat Simpan Rekaman Peramban Bertahun-Tahun
Perusahaan forensik asal Rusia berhasil mendapatkan rekaman iCloud. (AFP PHOTO / GABRIELLE LURIE)

Metrotvnews.com: Perusahaan forensik Rusia bernama Elcomsoft mengumumkan cara untuk mendapatkan rekaman penjelajahan internet selama bertahun-tahun dari sistem storage iCloud milik Apple. Hal ini pertama kali dilaporkan oleh Forbes. Rekaman ini meliputi nama, URL dan waktu saat situs dikunjungi.

Rekaman browsing yang sudah dihapus juga dapat dilihat pada rekaman tersebut, meski ia ditandai "dihapus" pada tabel. Rekaman browsing mobile juga dapat dilihat, meski nama situs telah mengalami proses hashing pada versi terbaru dari iOS.

Elcomsoft tidak memberitahukan metode baru ini pada Apple. Namun, Apple dengan cepat merespons begitu berita terkait bug ini tersebar di masyarakat. Dalam waktu beberapa jam setelah laporan Forbes tayang, perbaikan di server telah menghentikan orang untuk mendapatkan data itu, menghapus semua rekaman yang berumur lebih dari 2 minggu.

Elcomsoft mengakui dan memuji tindakan Apple ini dalam sebuah blog post. "Kerja bagus, Apple," ujar mereka. "Tapi, kami tetap ingin mendapatkan penjelasan."

iCloud menggunakan rekaman itu untuk melakukan sinkronisasi history browser pada beberapa perangkat yang berbeda. Fitur sinkronisasi adalah fitur utama Safari. Ketika Anda membersihkan history pada Mac, maka history pada ponsel dan tablet yang terhubung via iCloud juga akan terhapus, meski jika perangkat ada dalam keadaan mati saat proses penghapusan dilakukan.

Fungsi tersebut biasanya memerlukan rekaman yang mencatat kapan situs dikunjungi dan history dihapus. Meskipun begitu, Elcomsoft menemukan rekaman tersebut tersimpan tanpa perlindungan, membuatnya menjadi sasaran empuk untuk analisa forensik.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.