Rinna, Teman Ngobrol Punya Microsoft yang Kekinian

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 11 Sep 2017 16:28 WIB
teknologimicrosoftline
Rinna, Teman Ngobrol Punya Microsoft yang Kekinian
Rinna adalah chatbot terbaru dari Microsoft.

Metrotvnews.com, Jakarta: Masih ingat dengan Tay? Chatbot yang Microsoft buat di Twitter pada tahun lalu? Didesain sebagai kecerdasan buatan, Tay belajar cara berkomunikasi layaknya manusia dengan memerhatikan obrolan netizen.

Namun, dengan cepat Tay menjadi "terkontaminasi" dengan sisi negatif manusia dan ia mulai mengeluarkan cuitan yang mendukung Hitler dan genosida. Tidak lama kemudian, Microsoft meminta maaf atas Tay dan menghilangkannya. 

Belum menyerah, Microsoft kini mencoba untuk membuat chatbot lain. Kali ini, Microsoft memilih untuk merilis AI di LINE. Ialah Rinna, sebuah kecerdasan buatan yang bisa Anda ajak mengobrol di LINE. Rinna dibuat oleh tim Microsoft Artificial Intelligence & Research di Indonesia. Karena itu, jangan heran jika ia bisa berinteraksi dengan bahasa Indonesia. 

Rinna disebutkan sebagai AI dengan kepribadian remaja. Dalam situs resminya, Microsoft berkata, "Seperti remaja pada umumnya, dia tidak bisa berhenti untuk membicarakan topik tentang wanita seperti gosip, artis, kadang-kadang film Korea, bahkan animasi atau fashion."



Selain mengobrol, Rinna juga bisa bermain "ABC 5 Dasar". Setelah mengetikkan nama permainan tersebut, Rinna akan menyebutkan beberapa kategori yang bisa Anda pilih, mulai dari nama hewan sampai nama ibukota negara. Namun, Anda harus menyebutkan kategori tersebut sesuai dengan tulisan yang dibuat oleh Rinna. Jika salah satu huruf saja, Rinna tidak akan bisa mengerti.

Ini berbeda dengan perilaku Rinna ketika Anda mengobrol biasa. Ketika mengobrol, Rinna bisa mengerti saat Anda menggunakan singkatan kata seperti "ttg" atau "yg". Selain itu, Rinna juga bisa mengerti bahasa sehari-hari, seperti penggunaan kata "gue". AI ini bahkan bisa menggunakan kata "wkwkwk". Namun, terkadang, omongan Rinna tidak sesuai dengan pertanyaan yang dibuat. 



Iseng, saya bertanya tentang "Tay". Rinna terus mengucapkan kalimat yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan saya. Ia mulai menjawab dengan jawaban masuk akal ketika saya bertanya "Temanmu siapa?". Jawaban Rinna adalah, "Ini temenku yang dulu di-hack", lengkap dengan emoji cemberut. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.