Dimension Data: Big Data Penting untuk Olahraga

Mohammad Mamduh    •    Minggu, 03 Sep 2017 11:16 WIB
corporatetransformasi digitaldimension data
Dimension Data: Big Data Penting untuk Olahraga
Hendra Lesmana, Country General Manager Dimension Data Indonesia

Metrotvnews.com, Senggigi: Penyedia cloud asal Afrika Selatan, Dimension Data, menekankan pentingnya data analisis untuk berbagai sektor bisnis, termasuk olahraga. Pentingnya big data ini berguna untuk pengembangan ke depan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Hendra Lesmana, Country General Manager Dimension Data Indonesia, di sela-sela gelaran balap sepeda GFNY Indonesia 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (3/9/2017).

Ia mencontohkan, Dimension Data yang bekerja sama dengan ASO (Amaury Sport Organisation), penyelenggara Tour de France. Penerapan big data memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap lomba. Big data di sini juga melibatkan perangkat IoT, seperti sensor yang terpasang di sepeda peserta balap. Data yang terhimpun berasal dari apsek yang sangat banyak.

“Dari Tour de France 2017, kita menemukan kecepatan rata-rata pebalap sepeda adalah 41 km/jam, dalam lintasan sepanjang 3500 km,” kata Hendra.

41 km/jam adalah kecepatan yang cukup tinggi dalam olahraga sepeda, dan para peserta menghasilkan kecepatan ini dalam waktu yang tidak sebentar. Selain itu, Implementasi big data memungkinkan pihak penyelenggara mengetahui kapan seorang pebalap mengurangi dan menambah kecepatannya. Bisa juga lebih akurat dengan mendeteksi kecepatan dan arah angin ketika pebalap masuk ke satu area.

Hendra menjelaskan, ada dua kegunaan dari data analisis Tour de France. Pertama adalah data bias dipakai untuk memberikan informasi yang lebih akurat kepada penonton, terutama mereka yang menonton via televisi. “Dengan data yang real-time, mereka bisa mendapatkan pengalaman yang lebih nyata.”

Keuntungan kedua adalah big data membuka pintu pengembangan perangkat pintar yang nantinya berguna untuk bidang selain olahraga. Bukan tidak mungkin jika dari sini tercipta perangkat pintar seperti pakaian yang tidak hanya mampu memantau tingkat kebugaran seseorang untuk olahraga, tetapi juga memberikan infromasi penting untuk dunia medis yang akan membantu dokter mengambil keputusan.

Implementasi analisis nantinya tidak hanya berlaku untuk olaharaga sepeda. Olahraga lain juga bisa menerapkan big data, dan biasanya, penggunaan jenis perangkat untuk menghimpun datanya akan sedikit berbeda. Data yang dihimpun juga bisa menjadi bahan analisis untuk meningkatkan kemampuan olahragawan, baik secara performa fisik maupun kesehatannya.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.