Akun Instagram Pencipta Telegram Jadi Sorotan Warganet Indonesia

Mohammad Mamduh    •    Sabtu, 15 Jul 2017 20:39 WIB
aplikasitelegram
Akun Instagram Pencipta Telegram Jadi Sorotan Warganet Indonesia
Foto: Tech Crunch

Metrotvnews.com, Jakarta: Pavel Durov, pendiri Telegram, saat ini sedang menjadi sorotan warganet Indonesia.

Hal ini terlihat dari aktivitas akun Instagram dirinya yang semakin bertambah, setelah para pengguna dari Tanah Air menyalurkan aspirasi mereka langsung. Warganet Indonesia menyampaikan “permintaan tolong” langsung kepada Durov.

Seperti yang bisa Anda lihat di akun Instagram milik Durov, netizen Indonesia menuliskan tagar #savetelegramindonesia dalam salah satu fotonya. Foto tersebut setidaknya telah memiliki sekitar dua ribu komentar, dan banyak komentar ini menggunakan tagar tersebut.

Beberapa pengguna Instagram dari Indonesia juga menyatakan permintaan maaf karena pemerintahnya memblokir layanan pengirim pesan miliknya. Ada juga warganet yang menyesalkan pemblokiran ini karena dirinya sedang mengerjakan proyek yang memanfaatkan Telegram.



”Sorry for the closure of telegram access website and telegram applications android by the minister of information Indonesia and approved by the president of Indonesia namely Mr. jokowi widodo Because it belongs to this application there are elements of cooperation with terrorists,” kata salah satu pengguna Instagram bernama Jaoharibassist.

“Pls protest at our government, cuz they blocked telegram,” kata pengguna naufal_malik24. “Please do something #savetelegramindonesia,” kata pengguna abizarkaliman. “Please sir.. Save telegram in indonesia. Do something sir.. telegram would be blocked in indonesia. We need telegram @durov ????????,” ungkap lindasalsaa.

Pemerintah Indonesia akhirnya memblokir layanan pengirim pesan Telegram karena dianggap sebagai sarana komunikasi teroris. Sementara 11 DNS Telegram sudah tidak bisa diakses, pengguna versi aplikasi mobile masih bisa memanfaatkan Telegram. Seperti yang telah diketahui, sistim enkripsi Telegram merupakan salah satu alasan teroris lebih memanfaatkan layanan ini.


(MMI)