Perundungan Siber Paling Banyak di Instagram

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 23 Jul 2017 14:25 WIB
media sosialinstagram
Perundungan Siber Paling Banyak di Instagram
Ilustrasi. (Getty Images/iStockphoto)

Metrotvnews.com: Sebuah riset baru menyebutkan bahwa Instagram merupakan media sosial dengan cyberbully atau perundungan siber paling banyak jika dibandingkan dengan media sosial lainnya.

Temuan ini merupakan bagian dari survei yang dilakukan oleh badan amal anti-bullying di Inggris, Ditch the Label. Survei ini memiliki lebih dari 10 responden yang berumur sekitar 12-20 tahun. 

Dari semua responden yang mengklaim telah menjadi korban, 42 persen mengaku mereka mengalaminya di Instagram, seperti yang disebutkan oleh Engadget. Di Facebook, angka tersebut menurun menjadi 37 persen dan menurun menjadi 31 persen di Snapchat.

Meskipun 92 persen responden mengaku menggunakan YouTube, hanya 10 persen yang mengatakan bahwa mereka menjadi korban cyberbullying di layanan tersebut. 

Instagram sering menjadi tempat untuk melakukan spam atau bahkan tagar yang kurang pantas. Namun, media sosial tersebut cukup lambat dalam meluncurkan alat untuk melawan pelecehan dan tindakan tidak pantas di media sosialnya.

Kebanyakan generasi muda merasa, Instagram kurang melindungi para penggunanya. Sebanyak 70 persen responden dari survei Ditch the Label mengatakan mereka merasa Instagram tidak berusaha untuk mencegah terjadinya cyberbullying. 

Survei ini juga menunjukkan bahwa perilaku generasi muda di dunia nyata dan maya berbeda. Sebanyak 47 persen responden mengatakan bahwa mereka tidak membahas tentang kejadian buruk yang terjadi di hidup mereka di media sosial. Di media sosial, mereka menampilkan diri mereka dalam versi yang sedikit berbeda. 

"Konsep benar dan salah tampaknya sedikit berbeda dengan yang kita pegang di dunia nyata," ujar Liam Hackett, CEO dari Ditch the Label. "Dengan 44 persen responden percaya, hanya hal-hal yang terjadi di dunia nyata yang bisa dianggap sebagai bagian sebenarnya dari hidup."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.