Pengguna Indonesia Sudah Bisa Jajal LinkedIn Lite

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 04 Aug 2017 15:53 WIB
media sosiallinkedin
Pengguna Indonesia Sudah Bisa Jajal LinkedIn Lite
LinkedIn sediakan versi Lite dari media sosialnya.

Metrotvnews.com, Jakarta: LinkedIn Lite kini tersedia di 60 negara di dunia, termasuk Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lain seperti Filipina dan Malaysia.

Versi ringan dari LinkedIn ini sudah dapat diakses via situs dan aplikasi Android, yang berukuran kurang dari 1 megabyte. Selain itu, aplikasi versi Lite ini juga dapat memangkas konsumsi data hingga 80 persen.

"Kami juga menyadari bahwa sebesar apapun manfaat yang ditawarkan oleh suatu produk, akan percuma jika tidak dapat diakses dan digunakan. Atas dasar inilah kami mengembangkan LinkedIn Lite," kata Akshay Kothari, Country Manager and Head of Product, LinkedIn India.

Meskipun ringan, melalui LinkedIn Lite, Anda tetap bisa mengakses fitur-fitur utama dari media sosial profesional tersebut, seperti news feed, profil, jaringan, pesan dan notifikasi. Dalam pernyataan resmi, LinkedIn mengklaim bahwa versi Lite ini bisa digunakan via hampir semua perangkat yang telah memiliki kemampuan mengakses internet. Ia bahkan sudah bisa digunakan di jaringan 2G. 



"Akses ke berbagai peluang ekonomi menjadi tantangan besar bagi para pelajar dan profesional, terutama mereka yang terhalang oleh ketersediaan teknologi dan konektivitas internet yang baik,” kata Kothari. "Kami berusaha menyediakan akses ke berbagai peluang ekonomi dan karier yang lebih luas bagi para anggota kami, mulai dari mendapatkan informasi terbaru seputar industri hingga pekerjaan baru."

Berkat akses yang lebih cepat dari LinkedIn Lite, di India, jumlah lamaran pekerjaan via media sosial ini meningkat drastis. Selain itu, lebih dari setengah anggota baru LinkedIn mendaftar via ponsel.

Saat ini, LinkedIn memiliki lebih dari 118 juta pengguna di Asia Pasifik, lebih dari 22 juta di antaranya datang dari Asia Tenggara. Di Indonesia, pengguna LinkedIn telah mencapai 8 juta, di Filipina 4 juta dan di Malaysia 3 juta. Asia Tenggara dianggap sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan anggota tercepat di dunia. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.