Mampukah HP Omen Bersaing di Pasar Gaming Indonesia?

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 09 Aug 2017 17:45 WIB
hp
Mampukah HP Omen Bersaing di Pasar Gaming Indonesia?
Omen merupakan produk gaming dari HP (MTVN/DANU)

Metrotvnews.com, Jakarta: HP akhirnya menghadirkan produk gaming Omen ke Indonesia. Setidaknya ada 10 perangkat gaming yang dikenalkan oleh HP hari ini, Rabu (9/8/2017), di Jakarta.

Produk tersebut juga baragam jenisnya, mulai dari laptop, PC desktop, hingga monitor dan peripheral gaming. Menariknya HP sangat percaya diri kali ini karena produk barunya tersebut diklaim memiliki keunggulan dari para peesaingnya.

"Produk Omen yang kami tawarkan kali ini merupakan sebuah ekosistem yang sangat komplit, sehingga gamer memiliki banyak pilihan penggunaan," ujar Gaming Market Development Manager HP Indonesia, Edo Jonathan Chandra. "Selain itu, semua produk Omen sudah melewati quality control yang sangat baik dan memiliki jaminan after sales dari HP Indonesia."

Spesifikasi juga merupakan salah satu aspek yang diunggulkan oleh HP pada produk Omen kali ini. Edo mengatakan seluruh laptop gaming HP Omen tampil dengan penyimpanan M.2 NVMe PCIe SSD yang sangat kencang.

Menurutnya, penyimpanan tersebut sebelumnya hanya terdapat di laptop gaming kelas atas yang harganya di atas Rp20 juta. Sedangkan HP kali ini menghadirkan fitur penyimpanan tersebut di laptop gaming dengan kisaran harga Rp13 juta.



Edo menambahkan, strategi HP kali ini adalah untuk menjaring pengguna milenial. Itulah mengapa sasaran utamanya adalah penggemar esport, bukan gamer kasual. Esport dikatakannya sangat erat dengan generasi milenial dan memiliki pasar yang sangat baik di Indonesia.

Menurut data dari Newzoo, Indonesia memiliki pasar esport terbesar di Asia Tenggara. Jumlah gamer di Indonesia juga terus meningkat sehingga bisa dikatakan dapat menjadi potensi untuk dikembangkan.

"Perkembangan esport terbesar di Asia Tenggara ada di Indonesia. Kita melihat Indonesia ini potensial sekali karena jumlah gamer esport terus meningkat pesat," tambah Edo.

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh HP jika ingin mendobrak pasar gaming di Indonesia. Pertama HP sudah seharusnya menyadari bahwa mereka adalah pemain baru yang telat masuk ke pasar gaming Indonesia. Akan menjadi tantangan tersendiri bagi HP untuk bersaing dengan merek gaming besar seperti ASUS ROG atau MSI GAMING.



Di lini peripheral gaming pun sama. HP harus berhadapan dengan Logiteech G, Corsair, SteelSeries, dan Razer yang telah lebih dulu merangsek ke pasar Tanah Air. Beberapa bahkan merupakan peerusahaan yang mendedikasikan diri khusus untuk mengembangkan produk gaming.

Problematika lainnya adalah HP Omen langsung tampil dengan 10 perangkat sekaligus. Itu merupakan jumlah yang sangat banyak dan berpotensi membingungkan calon konsumen. Meski demikian, pihak HP mengatakan variasi produk tersebut perlu dihadirkan agar gamer memiliki lebih banyak pilihan.

Terakhir, HP (sayangnya) masih belum memiliki target khusus dalam mendobrak pasar gaming. Mereka mengatakan masih fokus untuk memberikan layanan terbaik ke konsumennya, sehingga masih belum memiliki target pencapaian tertentu, misalnya seperti menjadi produk gaming 3 besar dalam kurun waktu 1 tahun dan sebagainya.

Kehadiran Omen kali ini tentu akan memberikan persaingan yang lebih ketat lagi di pasar gaming. Semoga saja konsumen diuntungkan dari ketatnya peersaingan ini.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.