UC Browser Mulai Geser Google Chrome di Asia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 05 Jan 2018 08:07 WIB
google
UC Browser Mulai Geser Google Chrome di Asia
Aplikasi peramban internet UC Browser merupakan peramban yang berada di bawah perusahaan Alibaba Group Holding.

Jakarta: Peramban internet tidak dikuasai oleh Google Chrome sepenuhnya. Peramban internet asal Tiongkok yang termasuk dalam Alibaba Group Holding, UC Browser mulai menggeser Google Chrome di beberapa negara Asia, misalnya India dan Indonesia.

Dikutip dari International Telecomunication Union, badan di bawah PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) bahwa India memiliki 30 persen pengguna internet dari jumlah populasinya yang mencapai sekitar 1,3 miliar jiwa. 

Indonesia hanya 25 persen penduduknya yang menggunakan internet dari total populasi sebesar 260 miliar. WSJ menyebutkan UC Browser memiliki lebih dari 430 juta pengguna di seluruh dunia, dengan jumlah pengguna di India dan Indonesia melebihi jumlah pengguna Google Chrome.

Mengutip data dari firma StatCounter, UC Browser memiliki market share sebanyak 51 persen di India dan 41 persen di Indonesia. Berbeda dengan Google Chrome yang hanya menguasai 30 persen di India dan 32 persen di Indonesia.

Di kancah global sendiri UC Browser memang tidak sebesar Google Chrome yang sudah memiliki lebih dari miliaran pengguna. Berdasarkan penuturan Google, Chrome memiliki market share global sebanyak 47 persen dibandingkan UC Browser yang hanya 16 persen.

Khusus di kawasan Amerika Serikat, Chrome meraup market share sebanyak 39 persen dan masih tertinggal dari Apple Safari yang mencapai 52 persen. Bagaimana dengan UC Browser? Disebutkan peraban internet tersebut hanya memiliki 1 persen pasar.

Membandingkan UC Browser dan Google Chrome dari aplikasinya, memang harus diakui UC Browser lebih unggul. UC Browser memiliki ukuran aplikasi yang lebih ringan dan bisa menyajikan news agregator yang memadai tanpa harus memasang aplikasi lain.

Metode ini belakangan juga diterapkan Google pada beberapa aplikasinya, termasuk fitur di Chrome. Selain itu perlu diingat smartphone di India maupun Indonesia didominasi oleh kelas menengah ke bawah.

Smartphone di segmen terjangkau memiliki kapasitas memori internal yang tidak terlalu besar. UC Browser memiliki ukuran aplikasi sebesar 31MB, sedangkan Google Chrome 125MB.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.