Gagal Berikan Bukti Pengadilan, Apple Didenda Rp300 Juta

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 25 Dec 2017 09:55 WIB
applequalcomm
Gagal Berikan Bukti Pengadilan, Apple Didenda Rp300 Juta
Apple diminta untuk membayar denda karena tidak memberikan dokumen yang diperlukan untuk tuntutna FTC pada Qualcomm. (TechCrunch)

Jakarta: Apple didenda karena gagal memberikan bukti untuk tuntutan pada Qualcomm.

Pengadilan di California telah memututskan, Apple harus membayar USD25 ribu (Rp339 juta) per hari, sejak 16 Desember, untuk setiap hari mereka tidak menyerahkan dokumen yang diperlukan pada FTC (Federal Trade Commission/Komisi Dagang Federal) untuk tuntutan mereka pada Qualcomm.

Menurut laporan Engadget, FTC menuntut Qualcomm pada awal tahun atas tuduhan melakukan bisnis yang anti-kompetisi. Contohnya, Qualcomm menawarkan harga royalti yang lebih murah jika Apple hanya menggunakan chip buatan Qualcomm untuk iPhone. 

Juru bicara Apple, Josh Rosenstock membantah bahwa perusahaan menyembunyikan dokumen yang diperlukan. Pada Bloomberg, dia berkata, "Kami telah memberikan jutaan dokumen untuk kasus ini dan berjuang keras untuk memberikan jutaan dokumen lain yang akan diminta. Kami berencana untuk mengajukan banding atas keputusan ini."

Masih belum diketahui mengapa Apple gagal memberikan dokumen secepat yang pengadilan inginkan dan apakah keterlambatan ini akan menguntungkan Qualcomm.

Jika keputusan pengadilan tidak berubah, Apple harus menyerahkan dokumen untuk kasus ini pada 29 Desember jika mereka tidak mau membayar denda yang lebih besar. 

Apple memang tidak terlibat dalam penuntutan yang dilakukan oleh FTC pada Qualcomm. Namun, Apple dan Qualcomm sendiri tengah sibuk saling menuntut satu sama lain. Apple memulai perang hukum tersebut pada bulan Januari dengan menuntut Qualcomm untuk membayar USD1 miliar (Rp13,6 triliun) terkait masalah royalti.

Bulan lalu, Qualcomm melawan balik dengan menuntut Apple, menuduh mereka tidak memenuhi persyaratan yang ada dalam lisensi software dan berbagi informasi rahasia dengan pesaing Qualcomm.

Pada akhir November, Apple kembali menuntut Qualcomm, mengklaim bahwa mereka telah melanggar setidaknya delapan paten yang dimiliki oleh Apple. Qualcomm balas menuntut, mengklaim bahwa semua iPhone dari iPhone 7 sampai iPhone X telah melanggar 16 paten. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.