Gambar Mudahkan Konsumen Awam Paham Data

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 21 Nov 2017 22:18 WIB
teknologi
Gambar Mudahkan Konsumen Awam Paham Data
Visualisasi data bisa membantu audiens awam mengerti data.

Jakarta: Kumpulan data yang rumit menjadi makanan sehari-hari Yasmeen Ahmad. Dia sudah terbiasa menggunakan berbagai pendekatan dan metodologi yang akan membuat orang-orang biasa kebingungan.

Tidak banyak orang yang bisa mengerti istilah yang digunakan dalam analisa data dan lebih sedikit lagi orang yang bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi tersebut. Karena itulah, peneliti data seperti Yasmeen banyak dicari. 

Setelah bekerja di industri ilmu kehidupan, Yasmeen kini menjadi Director dari Think Big Analytics, cabang dari perusahaan manajemen layanan TI, Teradata yang berfungsi untuk memberikan konsultasi, lapor The Next Web.

Bertahun-tahun membantu para kliennya, Yasmeen sadar bahwa cara terbaik untuk membuat mereka mengerti kumpulan data yang disajikan adalah dengan menyajikan data itu sebagai gambar.

"Visualisasi adalah komponen penting dari proyek analisa dan ilmu data," kata Yasmeen.

"Visualisasi selalu digunakan pada bagian awal untuk mengerti kumpulan data yang Anda kerjakan dan dapat membantu Anda untuk menemukan keanehan dan hubungan antar data."



Menurutnya, gambar bisa menggantikan ribuan kata untuk menggambarkan sekumpulan data. Visualisasi akan memberikan arti pada kumpulan data dan memudahkan manusia untuk mengerti data tersebut daripada jika data dijelaskan dengan angka atau kata-kata. 

Karena itulah, timnya secara rutin memasukkan visual ketika mereka mempresentasikan hasil temuan mereka  pada klien. Mereka menemukan, orang-orang yang tidak terlalu paham ilmu data atau teknologi tetap bisa mengerti gambar tersebut.

Visualisasi ini didukung oleh penjelasan terkait sebuah proyek, membantu para pemangku kepentingan untuk mengerti hubungan antar data. 



"Mengingat investasi yang masuk ke platform data dan teknologi analisa semakin besar, gambar ini membantu untuk menjadi wajah dari investasi tersebut. Kita punya pemimpin bisnis mengaku betapa cantiknya visualisasi dari data ini," kata Yasmeen.

"Warna, bentuk dan layout, semua itu merupakan cara untuk menyampaikan maksud. Pilihan tentang bagaimana sebuah gambar ditampilkan sebenarnya adalah sebuah proses kreatif, sama seperti dalam menciptakan sebuah karya seni." 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.