Apple Akuisisi Startup Kanada Demi Garap Headset AR

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 22 Nov 2017 17:01 WIB
applevirtual reality
Apple Akuisisi Startup Kanada Demi Garap Headset AR
Headset Totem buatn Vrvana. (TechCrunch)

Jakarta: Apple dikabarkan meluncurkan headset augmented reality pada 2020. Untuk merealisasikan rencana mereka tersebut, Apple mengakuisisi startup asal Montreal, Kanada.

Apple  telah mengakuisisi Vrvana, pembuat headset Totem, yang mendapatkan pujian dari para reviewer tapi tidak pernah dijual ke pasar. Dua sumber TechCrunch menyebutkan bahwa harga akuisisi ini adalah sekitar USD30 juta (Rp406 juta). 

Apple menolak untuk berkomentar, meski mereka juga tidak membantah kabar ini. Sementara Vrvana tidak membalas ketika diminta komentar.

Akuisisi ini penting karena meski Apple dilaporkan tertarik untuk membuat hardware AR, mereka enggan membeberkan rencananya. Akuisisi ini merupakan indikasi paling jelas tentang apa yang Apple ingin buat di masa depan. 

Dikabarkan, sejumlah pekerja dari Vrvana telah mulai bergabung dengan Apple di California. Situs Vrvana saat ini masih berfungsi seperti biasa, tapi startup tersebut telah berhenti mengunggah konten baru ke media sosialnya sejak bulan Agustus tahun ini. 

Masih belum diketahui produk atau proyek apa saja dari Vrvana yang akan diadopsi oleh Apple. Sebelum ini, startup asal Kanada itu telah bekerja sama dengan Valve, Tesla dan Audi.

Satu-satunya produk yang Vrvana pernah pamerkan adalah headset Totem yang memanfaatkan teknologi AR dan VR (Virtual Reality), memungkinkan pengguna untuk mencoba kedua teknologi itu menggunakan headset yang sama. 



Headset dengan kabel ini memiliki bentuk layaknya headset VR yang ada saat ini. Namun, menariknya, ia menggunakan sejumlah kamera yang menghadap ke depan untuk menampilkan lingkungan sekitar di layar OLED di dalam headset.

Sistem kamera tersebut memanfaatkan 6DoF tracking, teknologi yang memungkinkan perangkat untuk melacak posisinya dalam ruang 3 dimensi, dan pada saat yang sama menggunakan kamera inframerah untuk melacak tangan pengguna. 

Pendekatan berbasis kamera dari Vrvana ini berbeda dengan pendekatan yang dilakukan oleh Microsoft, yang memproyeksikan tampilan transparan menggunakan headset HoloLens buatan mereka. Totem memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan HoloLens.

Salah satunya, ia akan menampilkan gambar dari keadaan sekeliling pengguna dengan warna yang sebenarnya dan tidak terlihat transparan. Sebelum ini, HoloLens telah dikritik karena tidak bisa menampilkan warna hitam yang sebenarnya. Selain itu, Totem memungkinkan pengguna untuk melakukan transisi dari penggunaan teknologi AR dan VR. 



Sayangnya, hal ini membuat Totem memiliki ukuran lebih besar. Masalah lainnya adalah masih ada jeda waktu ketika kamera mengambil gambar dari lingkungan sekitar pengguna dan gambar itu ditampilkan. CEO Vrvana, Bertrand Nepveu mengatakan bahwa startup yang dipimpinnya tengah mengembangkan prototipe yang bisa menurunkan latensi ini hingga 3 milisecond. 


(MMI)

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah
Review Smartphone

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah

1 week Ago

Huawei Nova 2i dilengkapi dengan 4 kamera. Inilah ulasan lengkap performanya. 

BERITA LAINNYA
Video /