Elon Musk: Cuma 10% Kemungkinan Manusia Ciptakan AI yang Baik Hati

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 23 Nov 2017 13:25 WIB
sainskecerdasan buatan
Elon Musk: Cuma 10% Kemungkinan Manusia Ciptakan AI yang Baik Hati
Elon Musk masih percaya AI bisa membahayakan umat manusia

Jakarta: Perkembangan kecerdasan buatan (AI) memang telah membagi para pelaku teknologi dan ilmuwan ke dalam dua kubu. Elon Musk merupakan salah satu orang yang berada di kubu oposisi.

Ia menganggap AI memiliki potensi besar untuk menimbulkan masalah besar bagi umat manusia. Baru-baru ini Musk mengatakan manusia hanya memiliki kemungkinan 10 persen untuk membuat AI yang benar-benar aman.

Musk sendiri merupakan salah satu pionir di dunia teknologi. Perusahaan otomotif Tesla yang dipimpinnya juga berhasil memanfaatkan kecerdasan buatan agar mobil bisa berjalan secara otonom.

Meski demikian, Musk masih percaya AI bisa menimbulkan masalah besar, dan untuk itulah ia selalu berbicara mengenai bahaya yang bisa ditimbulkan AI jika tidak dikontrol dengan benar.

Menurut Futurism, salah satu masalah pada AI adalah teknologi tersebut memungkinkan mesin untuk belajar sendiri bahkan tanpa bantuan atau interferensi dari manusia. Musk mengatakan kemampuan tersebut membuat AI semakin tidak bisa diprediksi perilakunya. Hal tersebut sangat berbahaya.



Selain itu, yang membuat AI berbahaya menurut Musk adalah mesin tidak bisa mempelajari moral. Meski AI ke depannya bisa mempelajari hal baik dan buruk, namun moral dan nilai-nilai kemanusiaan tidak akan bisa dipelajari karena hal tersebut hanya ada di manusia.

Berbeda dengan Musk, pendiri Facebook Mark Zuckerberg justru ingin AI menjadi pendamping kehidupan manusia. Ia yakin dengan masa depan manusia bersama AI dan menyangkal semua klaim Elon Musk. Di sisi lain, ilmuwan terkemuka Stephen Hawking justru sejalur dengan Elon Musk. Hawking yang disebut sebagai penerus Einstein tersebut juga mengatakan AI memiliki potensi untuk membahayakan manusia.

Bagaimana dengan Anda, apakah sejalur dengan Elon Musk atau tidak?


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.