Inilah 42 Aplikasi Tiongkok yang Ingin Diblokir India

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 01 Dec 2017 18:02 WIB
cyber security
Inilah 42 Aplikasi Tiongkok yang Ingin Diblokir India
Akses jalan perbatasan India-Tiongkok di dataran tinggi Doklam yang belakangan terjadi saling klaim antara militer India dan Tiongkok.

Jakarta: Tiongkok mejadi bulan-bulanan terkait isu keamanan siber. India juga kini menaruh prasangka terhadap ancaman keamanan negara dari Tiongkok lewat perangkat smartphone.

Pemerintah India lewat saran dari Badan Intelijen India meminta penghapusan apikasi buatan Tiongkok yang dipergunakan di ponsel para personil militer India yang bertugas di Bukti Doklam, Perbatasan India-Tiongkok. Hal ini buntut dari perseteruan India dan Tiongkok soal kekuatan militer yang ditugaskan di kawasan tersebut.

Jika sebelumnya hanya disebutkan ada 42 apikasi yang harus dihapus oleh tentara India di perbatasan, di antaranya WeChat, Truecaller, Weibo, UC Browser dan UC News. Kini sudah beredar daftar lengkap dari 24 aplikasi tersebut.

Melihat daftar 42 aplikasi yang harus dihapus dari personil militer India boleh dikatakan aplikasi-aplikasi tersebut tergolong dalam aplikasi populer di perangkat Android apalagi India sendiri masih termasuk salah satu pasar smartphone Android terbesar di dunia.




Baidu, Tencent, dan Alibaba dipastikan menjadi pemilik dari aplikasi yang harus dihapus bahkan terancam diblokir di India. Misalnya, Weibo dan beberapa aplikasi lain di dalam daftar tersebut merupakan milik Baidu. QQ Launcher dan beberapa aplikasi lagi dimiliki oleh Tencent. Deretan aplikasi UC juga merupakan aplikasi milik bisnis Alibaba.

Menariknya Xiaomi juga termasuk di dalamnya. Aplikasi seperti Mi Video Call, Mi Community, dan Mi Store merupakan aplikasi yang langsung hadir di ponsel pabrikan Xiaomi sebagai aplikasi bawaan. India juga merupakan negara dengan pengguna ponsel Xiaomi terbanyak. Xiaomi baru saja menjadi juara satu di negara tersebut mengalahkan Samsung.

Beberapa tahun lalu, Xiaomi juga mendapatkan perlakukan kurang enak di India. Pihak militer India sempat menganjurkan personilnya dan anggota keluarga mereka untuk tidak menggunakan ponsel Xiaomi tapi kabar tersebut kemudian tidak dibenarkan oleh pemerintah setempat.

Hingga saat ini belum diketahui tanggapan para pemilik aplikasi serta Xiaomi sebagai vendor yang aplikasinya masuk dalam daftar hitam tersebut.

Namun hal ini tentu akan cukup berdampak terhadap industri ponsel pintar dan aplikasi di perangkat tersebut. Apalagi Vivo, Oppo dan Lenovo juga menjadi vendor asal Tiongkok yang mengisi pasar smartphone di negara itu.
 
Pemerintah India khawatir bahwa aplikasi buatan Tiongkok yang ada di ponsel personil militer di perbatasan India-Tiongkok bisa dipergunakan untuk memata-matai aktifitas mereka.


(MMI)