Pemuda Rusia Akui Telah Retas Yahoo

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 30 Nov 2017 11:03 WIB
cyber security
Pemuda Rusia Akui Telah Retas Yahoo
Hacker yang melakukan serangan siber ke Yahoo ditangkap

Jakarta: Seorang pemuda baru saja dinyatakan bersalah karena terbukti telah meretas Yahoo pada tahun 2004.

Pria bernama Karim Baratov tersebut mengaku telah melakukan peretasan yang mengakibatkan bocornya informasi 500 juta akun Yahoo. Kepada pengadilan, Batarov mengaku melakukan peretasan untuk FSB atau agensi keamanan Rusia.

Menurut Ars Technica, Batarov memberikan data hasil peretasannya kepada rekannya yang bernama Dmitry Aleksandrovich Dokuchaev. Batarov sendiri dijadikan tersangka bersama dengan tiga orang lainnya yang kini masih berada di Rusia pada akhir Februari 2017. 

"Kegiatan peretasan sistem komunikasi pribadi merupakan masalah penting yang kini sudah masuk ke ranah politik," ujar perwakilan kejaksaan Amerika Serikat Brian Stretch.

"Kejahatan siber tidak hanya memengaruhi target peretasan, tetapi juga seringkali berdampak pada ekonomi dan menimbulkan kerugian yang sangat besar."

Peretasan kepada Yahoo kali ini terungkap pada bulan Maret 2017. Sebanyak empat orang dijadikan tersangka karena memiliki akses ilegal ke sistem internal Yahoo. Salah satu tersangka yaitu Alexsey Belan, bahkan melakukan berbagai kegiatan spionase di jaringan internal Yahoo.

Menurut investigasi FBI, Belan memiliki akses ilegal ke dua sistem utama Yahoo yaitu User Database (UDB) dan Account Management Tool. Meski aksesnya terbatas, namun ia dikatakan sudah bisa memberikan informasi kepada para agen FSB untuk memantau kegiatan akun tertentu.

Sementara itu, Batarov berhasil ditangkap di Ontario pada bulan Maret 2017 dan kini sedang mendekam di penjara di Northern California.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.