Broadcom dan Qualcomm Berembuk pada 14 Februari?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 12 Feb 2018 17:04 WIB
qualcomm
Broadcom dan Qualcomm Berembuk pada 14 Februari?
Qualcomm dikabarkan akan bertemu dengan Broadcom. (AP Photo Gregory Bull, File)

Jakarta: Qualcomm dan Broadcom berencana untuk bertemu pada Rabu, 14 Februari untuk membahas tentang tawaran akuisisi Broadcom senilai USD121 miliar (Rp1.645 triliun).

Ini adalah kali pertama kedua perusahaan semikonduktor itu bertemu untuk membicarakan tentang kemungkinan terjadinya akuisisi, ungkap narasumber Reuters

Pertemuan ini diadakan setelah Broadcom meningkatkan penawaran mereka dari USD70 (Rp954 ribu) per lembar saham menjadi USD82 (Rp1,1 juta).

Tidak hanya itu, Broadcom juga telah memberikan berbagai penawaran untuk mempermanis tawarannya, seperti uang senilai USD8 miliar (Rp109 triliun) jika akuisisi ini dilarang oleh regulator anti-trust

Pada hari Kamis minggu lalu, Qualcomm kembali menolak tawaran Broadcom, menyebutkan bahwa penawaran baru Broadcom masih merendahkan nilai perusahaan dan juga tidak menjawab kekhawatiran Qualcomm terkait masalah regulator.

Namun, mereka menawarkan untuk bertemu dengan Broadcom untuk melihat apakah Broadcom bisa menjawab kekhawatiran mereka. Sebagai bagian dari usahanya untuk mengakuisisi Qualcomm, Broadcom juga berencana untuk mengganti direksi Qualcomm.

Kedua perusahaan akan bertemu dengan perusahaan penasehat ISS dan Glass Lewis sebelum pertemuan mereka pada 14 Februari. Dalam pertemuan itu, Broadcom akan berusaha meyakinkan pemegang saham Qualcomm terkait alasan mengapa mereka harus setuju dengan akuisisi yang dijadwalkan akan terjai pada 6 Maret. 

Minggu lalu, Broadcom telah meminta Qualcomm untuk bertemu pada akhir pekan. Namun, mereka kini telah setuju untuk bertemu pada hari Rabu, ungkap narasumber yang tidak ingin disebut namanya karena informasi terkait perjanjian ini bersifat rahasia. 

Baik Qualcomm maupun Broadcom enggan untuk berkomentar. 

Usaha Broadcom untuk mengakuisisi Qualcomm menunjukkan bahwa sektor pembuat teknologi nirbakel tengah melakukan konsolidasi. Alasannya adalah karena pembuat smartphone seperti Apple dan Samsung berusaha untuk memanfaatkan posisi mereka sebagai penguasa pasar untuk menurunkan harga prosesor.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.