XL Axiata Resmikan Laboratorium IoT, X-CAMP

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 13 Nov 2018 15:33 WIB
xltelekomunikasiinternet of things
XL Axiata Resmikan Laboratorium IoT, X-CAMP
XL Axiata meresmikan kehadiran laboratorium untuk pengembangan solusi IoT, X-CAMP.

Jakarta: XL Axiata, didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Perindustrian, meresmikan laboratorium untuk pengembangan solusi Internet of Things, bertajuk X-CAMP. Laboratorium ini menjadi upaya XL Axiata untuk memperluas implementasi teknologi dan solusi IoT.

“Salah satu alasan kami mendirikan IoT Lab ini karena melihat skenario bisnis IoT yang unik sehingga memerlukan adanya product customization,” ujar Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini.

Dian menyebut, X-CAMP ini dipersembahkan XL Axiata juga untuk pengembang, sehingga mereka dapat mengembangkan solusi berdasarkan kebutuhan berbeda di masing-masing industri.

Sebab keunikan yang dilihat XL Axiata berdasarkan kebutuhan akan solusi dari kasus penggunaan berbeda antara satu industri dengan industri lainnya.

Selain untuk pengembang, X-CAMP juga ditujukan sebagai wadah pertemuan pemangku kepentingan atau stakeholder dalam ekosistem teknologi IoT, agar dapat mengembangkan ekosistem secara bersama-sama, dari penghimpunan ide hingga implementasi bisnis.

Tidak hanya untuk pengembangan solusi, X-CAMP juga ditujukan untuk mengembangkan bakat di ranah ini.

Karenanya, XL Axiata mengaku telah mempersiapkan program pelatihan untuk pengembangan sumber daya manusia. Hal ini mendapat dukungan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, karena Indonesia disebut memiliki bakat di bidang teknologi yang besar, namun belum terasah dengan baik.

Hal senada juga diutarakan oleh Menteri Perindustrian Erlangga Hartanto, menyebut bahwa kehadiran ini mendukung kemajuan Indonesia dalam menjalani revolusi Industri 4.0 yang tengah digalakan pemerintah.

Selain itu, revolusi Industri 4.0 juga diperkirakan akan membutuhkan sebanyak 17 juta tenaga kerja dengan literasi digital baik. X-CAMP, lanjut Dian, juga menjadi sebagai wadah kerja sama XL Axiata dengan laboratorium di berbagai Universitas di Indonesia.

Kerja sama ini diwujudkan melalui program kompetisi seperti hackathon dan Ideation, serta pembentukan kurikulum, agar lulusan universitas memiliki pengetahuan yang dibutuhkan oleh industri.

Laboratorium yang turut menjadi anggota dari GSM Alliance di kawasan Asia Tenggara ini akan mulai beroperasi secara efektif pada pertengahan bulan November 2018 ini.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.