Di Prancis, Waze Digunakan untuk Hindari Razia Polisi

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 21 Nov 2018 15:53 WIB
waze
Di Prancis, Waze Digunakan untuk Hindari Razia Polisi
Ilustrasi. (AP/Rich Pedroncelli)

Jakarta: Tidak semua orang merasa terbantu dengan aplikasi navigasi seperti Waze. Pemerintah Prancis adalah salah satu yang tidak menyukai aplikasi yang diandalkan untuk mencari jalan dan menembus kemacetan.

Dikutip dari CNET, pemerintah setempat di sebuah provinsi di Prancis mengajukan gugatan kepada aplikasi navigasi seperti Waze dan Coyotte untuk menghilangkan fitur yang memberikan kesempatan bagi penggunanya membagikan posisi polisi di sebuah jalan.

Seperti yang diketahui, aplikasi Waze sesama penggunanya bisa berbagai informasi mengenai kemacetan, kecelakaan maupun lokasi polisi yang ada di jalan. Justru fitur terakhir yang disebutkan tadi dianggap berbahaya.

Fakta di lapangan menurut kepolisian Prancis, banyak pengemudi yang menghindari polisi dengan alasan takut ditilang. Namun, bagi pihak kepolisian hal ini juga berbahaya karena menyulitkan mereka melakukan investigasi kriminal maupun melancarkan operasi antiteror.

Oleh sebab itu, kepolisian dan pemerintah Prancis meminta fitur tersebut dihilangkan. Di sisi lain sebenarnya fitur berbagai informasi lokasi polisi selama perjalanan juga memiliki hal positif berdasarkan penolakan yang dilontarkan organisasi otomotif 40 Million Motorist di Prancis.

Pengguna aplikasi bisa dengan mudah mengetahui lokasi polisi terdekat untuk meminta bantuan dalam keadaaan darurat.

Apabila pengemudi dibuntuti oleh kendaraaan tidak dikenal, mereka bisa langsung berkendara ke lokasi polisi dari pada menelpon kerabat atau menunggu kendaraan tersebut mendahuluinya.

Sejauh ini, pihak Waze maupun Coyote yang digugat sebesar USD34.000 (Rp495 juta) belum memberikan tanggapan. Selain denda, pemerintah juga mengajukan hukuman pidana berupa kurungan penjama selama dua tahun.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.