Facebook Sadar akan Campur Tangan Rusia Sejak 2014

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 28 Nov 2018 13:24 WIB
media sosialfacebook
Facebook Sadar akan Campur Tangan Rusia Sejak 2014
Email yang diambil Parlemen Inggris menunjukkan bahwa Facebook sadar campur tangan Rusia sejak 2014. (Photo by JOEL SAGET / AFP)

Jakarta: Facebook sadar bahwa ada pengumpulan data oleh Rusia pada 2014, menurut email dari salah satu teknisi Facebook.

Email ini merupakan bagian dari dokumen internal yang diambil oleh Parlemen Inggris dan diungkap pada hari ini oleh anggota parlemen Damian Collins. 

Ini adalah masalah baru bagi Facebook, yang mendapatkan kritik keras karena dianggap gagal untuk melindungi data pengguna setelah skandal Cambridge Analytica. Dalam pemeriksaan, Facebook tidak berkomentar terkait dokumen itu.

Richard Allan, Vice President of Policy Solutions, Facebook, menolak untuk membahas email itu, yang disegel oleh pengadilan di California, Amerika Serikat, bersama dengan dokumen lain yang dibawa oleh Six4Three, developer aplikasi yang menuntut Facebook atas masalah lain di AS.

Developer itu dipaksa menyerahkan dokumen yang mereka bawa pada parlemen Inggris. Allan menjadi representasi Facebook, menggantikan CEO Mark Zuckerberg yang berulang kali menolak untuk menghadap parlemen, menurut laporan The Washington Post.

Ini bukan kali pertama Facebook terlibat dalam masalah tentang pengaruh Rusia di platform media sosialnya. Facebook harus menghadap Kongres terkait iklan dari Rusia yang muncul selama pemilu AS pada 2016. Sepanjang 2018, Facebook juga harus memblokir banyak akun penyebar misinformasi.

Masalahnya adalah Facebook terus menutup diri dan enggan untuk memberitahukan kapan sebenarnya mereka sadar akan campur tangan Rusia di pemilu AS via media sosial.

Setelah pemilu 2016, Zuckerberg bahkan sempat membantah tuduhan bahwa penyebaran informasi palsu di Facebook mengubah hasil pemilu. Jika ini terus berlanjut, ini akan menjadi masalah yang lebih besar.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.