Qualcomm Sediakan Rp1,4 Triliun untuk Startup AI

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 29 Nov 2018 15:13 WIB
qualcommkecerdasan buatan
Qualcomm Sediakan Rp1,4 Triliun untuk Startup AI
Qualcomm siapkan dana untuk startup AI.

Jakarta: Qualcomm Ventures, divisi modal ventura dari Qualcomm, berencana menanamkan investasi sebesar USD100 juta (Rp1,4 triliun) di startup yang mengembangkan kecerdasan buatan.

Secara spesifik, Qualcomm berkata bahwa mereka akan menyiapkan modal untuk startup yang mengembangkan kecerdasan buatan pada perangkat, yang berarti AI itu akan langsung tertanam pada produk, seperti smartphone atau mobil, bukan ada pada cloud.

Investment Director Qualcomm, Albert Wang mengatakan, AI pada perangkat akan menjadi tren di masa depan. "Kemampuan pemprosesan AI kini memerlukan daya komputasi besar," kata Wang pada TechCrunch.

"Ketika Anda menggunakan Alexa, tidak ada perintah yang diproses pada perangkat Anda. Perintah Anda diproses di cloud. Namun, ada beberapa masalah dengan sistem ini -- performa bisa menurun, ini memakan bandwidth besar dan masalah privasi.

"Bayangkan jika Anda punya Alexa yang lebih privat dan lebih ramah pengguna, ketika Anda menanyakan sesuatu dan bisa mendapatkan jawabannya saat itu juga. Pertanyaan itu tidak perlu diproses di cloud."

Sebelum ini, Qualcomm telah menanamkan modal di berbagai startup yang mengembangkan AI. Salah satunya SenseTime, perusahaan Tiongkok yang mengembangkan sistem pengenalan wajah, dan Cruise, perusahaan yang mengembangkan teknologi mobil otonom berbasis AI dan akhirnya diakuisisi General Motors.

Qualcomm pertama kali menanamkan investasi AI di AnyVision, startup yang bermarkas di Tel Aviv dan mengembangkan teknologi pengenalan wajah, bodi, dan objek. Qualcomm ikut serta dalam pengumpulan dana seri A sebesar USD28 juta (Rp402 miliar) yang dipimpin Bosch pada Juli.

Divisi modal ventura perusahaan biasanya memberikan dana pada sekitar 12 sampai 15 startup setiap tahun. Terkait pendanaan AI ini, masih belum diketahui berapa banyak startup yang akan Qualcomm dukung.

Mereka mengatakan memberikan dana sekitar USD1 juta (Rp14,4 miliar) sampai USD10 juta (Rp144 miliar) per startup.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.