iOS Terbaru Bikin iPhone Lama Melambat

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 01 Nov 2018 12:50 WIB
appleiphone
iOS Terbaru Bikin iPhone Lama Melambat
Apple iPhone x. (AFP PHOTO / SAEED KHAN)

Jakarta: Apple baru saja meluncurkan iOS 12.1 dengan berbagai fitur baru seperti Group FaceTime dan puluhan Emoji baru. Namun, mereka juga merilis fitur "manajemen performa" untuk iPhone 8, 8 Plus dan iPhone X, yang justru menurunkan performa ketiga ponsel itu. 

Pada Desember tahun lalu, Apple mengaku bahwa mereka kadang memperlambat performa iPhone lama via update software untuk mencegah ponsel mendadak mati. Alhasil, performa beberapa model lama, seperti iPhone 6, 6 Plus, 6S, 6S Plus, 7, dan 7 Plus, akan menurun setelah mendapatkan update iOS terbaru. 

Memang, para pengguna iPhone telah sejak lama menduga bahwa Apple menurunkan performa iPhone lama. Namun, Apple baru mengakui apa yang mereka lakukan setelah Geekbench merilis hasil penyelidikan mereka. 

Ketika Apple mengakui bahwa mereka memang menurunkan performa iPhone lama, mereka menjelaskan bahwa alasan mereka adalah untuk "memberikan pengalaman terbaik untuk konsumen". Alasan Apple sengaja menurunkan performa iPhone lama adalah untuk memastikan ponsel tidak mendadak mati karena kondisi baterai yang memburuk seiring dengan bertambahnya umur.

Apple menyebutkan bahwa penurunan performa ini adalah fitur dan bukannya bug, lapor Mashable. Untungnya, Apple sekarang membiarkan konsumen memilih apakah mereka ingin menggunakan "fitur" tersebut. Jadi, Anda bisa memilih untuk memastikan performa iPhone tidak turun walau ini akan memiliki dampak buruk pada baterai. 

Keputusan Apple untuk menurunkan performa iPhone lama menyebabkan mereka didenda sebesa EUR5 juta (Rp 17,2 miliar) oleh badan kompetisi dan pasar Italia, Autorità Garante della Concorrenza e del Mercato (AGCM), menurut laporan The Verge.

Mereka keberatan jika Apple menurunkan performa iPhone lama tanpa memberitahu pengguna atau memberikan kesempatan bagi pengguna untuk kembali menggunakan software lama. 


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.