Facebook Perkecil Tautan ke Berita Palsu

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 29 Apr 2018 18:26 WIB
media sosialfacebookhoax
Facebook Perkecil Tautan ke Berita Palsu
Facebook perkecil tautan berita palsu. (AFP PHOTO / JOSH EDELSON)

Jakarta: Facebook telah mencoba berbagai cara untuk melawan hoaks. Sayangnya, tidak semua metode yang mereka gunakan berhasil.

Terkadang, cara yang mereka gunakan justru jadi senjata makan tuan. Keputusan Facebook untuk menandai berita palsu justru mendorong orang-orang untuk membagikannya.

Kali ini, Facebook punya strategi baru. Daripada menandai berita palsu -- yang justru menarik perhatian orang -- mereka memutuskan untuk mengecilkan tautan ke berita palsu.

Facebook berkata bahwa mereka berusaha untuk mengurangi ukuran visual dari berita yang diketahui sebagai hoaks. 

Di Facebook, hoaks akan terlihat kecil dan hanya memiliki sedikit deskripsi tentang artikel itu. Sementara berita asli, Anda akan melihatnya dalam gambar yang lebih besar dan teks yang lebih tebal. Tujuan Facebook melakukan ini adalah untuk meningkatkan kesempatan Anda melewatkan berita bohong ketika Anda melihat lini masa, lapor Engadget. 

Selain itu, Facebook juga berusaha untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk mengidentifikasi berita palsu.

Mereka menggunakan pembelajaran mesin untuk mempercepat proses pemeriksaan fakta dengan memindai artikel baru untuk menentukan apakah ia memiliki tanda-tanda berita palsu.

Berita yang ditandai sebagai berita palsu akan menjadi prioritas bagi manusia yang bertugas memeriksa berita palsu. 

Teknologi AI yang Facebook gunakan tidak hanya akan menghemat waktu tapi juga meningkatkan kemungkinan manusia mengenali berita palsu. Facebook memperkirakan, semua usaha yang mereka lakukan akan mengurangi tingkat berita palsu sebanyak 80 persen.

Namun, masih belum diketahui seberapa efektif metode-metode yang Facebook gunakan.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.