Ratusan Ribu PC Warnet Dibajak untuk Menambang Uang Kripto

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 19 Jun 2018 17:52 WIB
cyber security
Ratusan Ribu PC Warnet Dibajak untuk Menambang Uang Kripto
Ilustrasi uang kripto.

Jakarta: Baru ini pihak berwenang di Tiongkok menangkap 16 hacker di kota Rui'An provinsi Zhejiang. Mereka membobol komputer atau PC kafe internet dan diam-diam menjadikannya sebagai tambang uang kripto.

Media lokal Hangzhou News menyebutkaan bahwa para pelaku telah meretas lebih dari 100.000 PC warnet yang tersebar di 30 provinsi seluruh Tiongkok sejak bulan Juli tahun lalu. Pelaku mengaku bahwa mereka baru memperoleh uang kripto dengan total nilai USD800 ribu atau setara Rp11,3 miliar.

Kecurigaan ini pertama kali diketahui oleh salah satu pemilik warnet bernama Liu. Liu mengaku menemukan kecepatan koneksi di PC warnetnya melambat tidak hanya saat bermain game tapi juga saat hanya melakukan browsing. Lebih detil lagi, kinerja PC berada di tingkat 70 persen padahal PC hanya menyala dan tidak menjalankan program satupun.

Akhirnya beberapa pemilik warnet mengetahui mengalami problem yang sama, sedangkan teknisi yang melakukan maintenance hanya mengetahui bahwa PC terpapar sebuah penyakit, tapi tidak diketahui virus apa yang menjangkiti jaringan PC di warnet-warnet tersebut.

Polisi setempat melakukan penyelidikan bahwa ternyata seluruh warnet yang mengeluhkan masalah ini telah terpasang cryptomining program. Berdasarkan penelusuran, pelaku utama yang menanamkannya adalah teknisi perusahaan sebuah komputer setempat yang dipercaya melakukan perawatan di warnet-warnet itu.

Penelusuran lebih lanjut menemukan bahwa perusahaan komputer setempat tidak hanya menanamkan tapi juga menawarkan program cryptomining tersebut kepada pelanggan warnet dan perusahaan bisnis maintenance komputer lainnya.

Perusahaan pelaku yang tidak disebutkan namanya ini mengaku menawarkan tutorial sekaligus porogram cryptomining. Dari sini kemudian perusahaan memanfaatkan koneksi yang terbangun dari layanan yang mereka berikan dengan memanfaatkan warnet atau pelanggannya sebagai korban.


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

10 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.