Arsitektur Turing, Penerus Pascal yang Inovatif

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 26 Sep 2018 23:12 WIB
nvidiahardwaregeforce rtxvga
Arsitektur Turing, Penerus Pascal yang Inovatif
NVIDIA RTX 2080

Bangkok: NVIDIA RTX menjadi rumpun kartu grafis pertama yang mengadopsi arsitektur Turing. Pihak NVIDIA menyebutkan bahwa mereka ingin menunjukkan segudang terobosan melalui arstiektur penerus Pascal ini.

Hal tersebut disampaikan NVIDIA Director of Technical Marketing, APAC Jeffrey Yen. “Kami bekerja sama dengan para produsen memori dan chip, untuk memastikan bahwa NVIDIA RTX adalah yang pertama menggunakan memori GDDR6.”

GPU Turing dengan kode TU102, memiliki enam Graphics Processing Clusters (GPC), 36 Texture Processing Clusters, dan 72 Streaming Multiprocessors (SM). Setiap GPC sudah punya satu raster engine dan enam TPC, dengan masing-masing TPC punya dua SM.

Setiap SM menyediakan 64 CUDA core, delapan Tensor Core, satu file register 256KB, empat unit pengelola tekstur, dan memori L1/shared 96KB yang bisa berubah tergantung kebutuhan pekerjaan.


GPU Turing.

GPU Turing punya satu RT Core, yang bertuga memproses Ray Tracing. “Ray Tracing sebenarnya bukan teknologi baru,” lanjut Jeffrey. Istilah Ray tracing sudah dikenal sejak tahun 1972.

Hanya saja, butuh sekitar 72 jam paling cepat untuk menyelesaikan satu efek ray tracing. Tidak banyak yang memanfaatkannya karena teknologi itu mahal dan kompleks.

Kemudian diciptakan software mandiri yang menangani ray tracing. Software tersebut masih punya kekurangan pada waktu pengerjaan.

“Itulah sebabnya, film pada umumnya memerlukan waktu singkat untuk syuting, tetapi butuh waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan efek animasi yang memerlukan ray tracing.”



Dengan RT Core dan Tensor Core yang lebih kompleks, GPU Turing bisa menampilkan efek Ray Tracing secara real-time. Semua intruksi yang diperlukan demi menghasilkan efek yang tepat, langsung diselesaikan pada core khusus ini.

Selisih kecepatan eksekusi perintah bisa mencapai 32 kali leibh banyak dari arsitektur Pascal. Ketimbang software, pengolahan algoritma melalui RT Core akan lebih cepat karena bisa menjalankan instruksi dalam jumlah yang jauh lebih banyak.

Di bawah ini Anda bisa melihat tabel spesifikasi teknis GPU Turing, dengan perbandingan generasi sebelumnya.
 
GPU GTX 1080 Ti RTX 2080 Ti
Arsitektur Pascal Turing
GPC 6 6
TPC 28 34
CUDA Core GPU 3584 4352
Tensor Core GPU N/A 544
RT Core N/A 68
Base Clock 1480MHz 1350MHz
Memory Type 11GB GDDR5X 11GB GDDR6
Memory Interface 352-bit 352-bit
Memory Clock 11Gbps 14Gbps
TDP 250W 260W
Transistor 12 miliar 18,6 miliar
Fabrikasi 16nm 12nm FFN



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.