Telkomsel: Pelanggan Mesti Diblokir Dulu Baru Registrasi Ulang

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 11 May 2018 18:05 WIB
telkomseltelekomunikasi
Telkomsel: Pelanggan Mesti Diblokir Dulu Baru Registrasi Ulang
Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah

Lombok: Usai melakukan kegiatan penyerahan donasi CSR Telkomsel ke Mesjid Agung Praya Lombok, Nusa Tenggara Barat, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah menggelar konferensi terkait persiapan jaringan Telkomsel manyambut Ramadan dan Idul Fitri 2018. 

Di sela acara tersebut Ririk sempat menuturkan pendapatnya terkait registrasi ulang prabayar yang berakhir tanggal 30 April 2018 lalu.

Nomor yang tidak melakukan registrasi ulang akan diblokir oleh pemerintah. Namun, berdasarkan pengumuman dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) nomor yang diblokir masih bisa diaktifkan dengan tetap melakukan registrasi ulang.

"Menanggapi hal yang ramai kemarin, soal registrasi ulang kami sampaikan bahwa sejauh ini Telkomsel telah memblokir 50 juta nomor pelanggan prabayar kami. Mengingat kebijakannya nomor mereka masih bisa diaktifkan lagi, ternyata setelah diblokir justru yang registrasi ulang sangat banyak dan lebih cepat sekarang," beber Ririek disambut tawa.

Dia menilai bahwa beragam strategi yang dilakukan Telkomsel untuk mengajak pelanggan prabayar melakukan registrasi tidak efektif. Pemblokiran nomor justru dinilai lebih efektif.

"Kami sudah kasih bonus kuota 10GB bagi pelanggan yang sudah melakukan registrasi ulang tapi tetap tidak menarik kelihatannya. Ternyata setelah diblokir selama tiga hari baru mulai banyak sekali pelanggan yang melakukan registrasi ulang," imbuhnya.

Ririek menuturkan jumlah yang baru melakukan registrasi ulang setelah pemblokiran mendadak banyak sekali.

Disebutkan oleh Ririek dalam sehari bisa puluhan ribu hingga satu juta nomor pelanggan prabayar yang melakukan regsitrasi ulang karena telah diblokir. Untuk menyiasati hal ini, pihak Telkomsel membuka titik pusat layanan temporer, misal di pusat kantor pemerintahan fasilitas umum yang vital.

Seperti yang diketahui, pada tanggal 8 Mei 2018 Kominfo mengumumkan kebijakan menyangkut registrasi ulang nomor prabayar bahwa pelanggan masih bisa mengaktifkan nomor yang terblokir, dengan mengajukan registrasi ulang langsung ke gerai resmi, atau mengikuti mekanisme yang disediakan masing-masing operator.

Senada dengan Ririek, Ketua Umum Asosiasi penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys menemukan kondisi yang sama. Menurutnya, justru operator juga menjadi salah satu pihak yang kerepotan karena pelanggan prabayar enggan melakukan registrasi ulang sebelum periode yang ditentukan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.